Harga Emas Antam Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emas batangan dari berbagai ukuran di stan PT Antam di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Emas batangan dari berbagai ukuran di stan PT Antam di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Penjualan (UBPP) PT Aneka Tambang (Antam) kembali bergerak negatif. Membuka pekan ketiga September, harga emas terpantau turun Rp 1.000 per gram dibanding pekan lalu, menjadi Rp 527 ribu per gram. (Baca:Harga Buyback Emas Antam Anjlok)

    Dikutip dari laman resmi logammulia.com, Senin, 15 September 2014, harga emas dibanderol Rp 527 ribu-487 ribu per gram. Harga tertinggi berlaku untuk emas ukuran 1 gram, sedangkan harga terendah berlaku untuk emas berukuran 250 gram. Hanya ada perbedaan Rp 10 ribu per gram untuk emas yang dijual di Gedung Antam Jakarta, yakni sebesar Rp 537 ribu per gram.

    Sama dengan harga pembelian emas, harga penjualan kembali emas (buyback) juga mengalami penurunan. Hari ini, harga yang akan ditawarkan kepada masyarakat untuk menjual emasnya menjadi Rp 469 ribu per gram. Harga tersebut turun Rp 2.000 per gram dibanding pekan kemarin (baca:Ekspor Perhiasan dan Permata Naik 109 Persen)

    Meski mengalami penurunan di Jakarta, harga emas di tujuh kota besar lain masih terpantau positif. Misalnya di Bandung, Surabaya, dan Semarang, harga emas dibanderol Rp 542 ribu per gram. Lebih tinggi lagi harga emas di Makasar, Palembang, Balikpapan, dan Banjarmasin yang dipatok Rp 548 ribu per gram.

    Hari ini UBPP PT Antam menyediakan semua ukuran emas. Seperti biasa, transaksi pembelian emas batangan bisa dilakukan langsung di PT Antam di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, atau di Gedung Antam Jakarta. Transaksi pembelian akan dibatasi maksimal 150 nomor antrean saja. (Baca:Antam Akan Buka Tiga Butik Emas Baru )

    AYU PRIMA SANDI

    Terpopuler:
    Penumpang Lion Berpistol, Petugas Klaim Tak Lalai
    Besok, SBY Resmikan Dua Proyek Migas 
    Longsor, Pemerintah Diminta Awasi Freeport 
    Pemerintah Tunggak Subsidi Rp 1,4 Triliun ke Pupuk 
    Bila Mutiara Dibeli J Trust, BRI Hormati LPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).