Waspada, Begini Modus Pengedar Obat Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BPOM Roy A. Sparringa, beri keterangan terkait obat dan makanan ilegal sebelum dimusnahkan di halaman kantor BPOM, Jakarta (26/5). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala BPOM Roy A. Sparringa, beri keterangan terkait obat dan makanan ilegal sebelum dimusnahkan di halaman kantor BPOM, Jakarta (26/5). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar operasi pemberantasan peredaran obat ilegal berskala global bersama International Criminal Police Organization (ICPO) Interpol. Dalam operasi bernama STORM V tersebut, BPOM menemukan ribuan obat dan kosmetik berikut sarana produksinya dengan nilai ekonomi Rp 31,66 miliar. (Baca: Awas, Ada 24 Jenis Obat Kuat Berbahaya)

    Dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 September 2014, BPOM menemukan beberapa modus yang dilakukan para pengedar obat ilegal. Cara-cara para pelaku kejahatan itu antara lain mencampur bahan baku obat kimia ke dalam obat herbal, mencantumkan nomor izin edar fiktif pada kemasan, serta mengedarkan produk yang sama sekali tidak memiliki izin edar. (Baca: Polisi Surabaya Ungkap Peredaran Suplemen Ilegal)

    Setelah diuji di laboratorium, obat tradisional yang disita ternyata mengandung bahan kimia, seperti parasetamol, deksametason, fenilbutazon, dan sildenafil. "Jika dikonsumsi, obat tradisional ini bisa mengakibatkan kerusakan fungsi hati dan ginjal hingga gagal jantung yang berujung pada kematian," demikian keterangan BPOM.

    BPOM melaksanakan Operasi STORM V di seluruh wilayah Indonesia melalui 31 Balai Besar/Balai POM. Operasi yang berlangsung pada Juni-Agustus 2014 ini menemukan 154 sarana produksi untuk 173 obat ilegal, 1.520 obat tradisional ilegal serta mengandung bahan kimia obat, dan 1.963 kosmetik ilegal. (Baca juga: BPOM: Pengobatan Harapan Baru Gunakan Obat Ilegal)

    Pabrik obat ilegal yang terjaring dalam Operasi STORM V berada di Tangerang dengan nilai keekonomian Rp 20 miliar, pabrik di Bandar Lampung senilai Rp 1,43 miliar rupiah, gudang di Jawa Timur senilai Rp 1,08 miliar, dan peracik obat tradisional di Jakarta dengan nilai keekonomian Rp 1 miliar rupiah. Di Jakarta, BPOM juga menangkap distributor obat suntik ilegal yang berkedok apotek rakyat dengan nilai keekonomian Rp 1,25 miliar.

    FERY FIRMANSYAH

    Berita Terpopuler
    Ahok Mundur dari Gerindra, Ini Kata Jokowi  
    Alasan Ahok Jatuh Cinta dan Putus dari Gerindra  
    Ahok: Saya Bukan Kader Gerindra yang Baik  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?