IHSG Diprediksi Stagnan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seseorang melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 7 Juli 2014.  TEMPO/Tony Hartawan

    Seseorang melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 7 Juli 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat pasar modal memperkirakan perdagangan saham hari ini tak akan seatraktif Senin lalu. Analis dari PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, mengatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal stagnan setelah mencetak rekor pada perdagangan awal pekan. "Indeks berada pada fase konsolidasi normal," kata William kepada Tempo, Rabu, 10 September 2014.

    William memprediksi laju indeks akan berada di kisaran 5.186-5.244. Indeks, kata dia, akan menjajal support 5.186. "Jika tidak dijebol menandakan bahwa kekuatan naik indeks akan kembali," ujarnya.

    Pada Selasa, 9 September 2014, perdagangan di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 49,364 poin ke level 5.197,119. Indeks sempat mencapai rekor tertinggi pada perdagangan sesi pertama di level 5.251,664 dan terendah 5.197,119. (Baca: IHSG Terancam Aksi Ambil Untung)

    Menurut William, saat ini adalah waktu yang tepat bagi investor jangka panjang dan menengah menanamkan duitnya. "Investor dapat manfaatkan koreksi sehat untuk melakukan akumulasi pembelian," ujarnya. Sebab dia beranggapan IHSG masih berpeluang kembali menguat.

    DINI PRAMITA
    |
    Demi Prabowo, PKS Setuju Pilkada Lewat DPRD
    Struktur Kabinet Jokowi 80 Persen Beres
    Hasyim Muzadi Minta Jokowi Blakblakan pada Rakyat
    Nasib RUU Pilkada Ditentukan Hari Ini
    Jokowi Tolak Mercy, Sudi: Mau Mobil Bekas?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.