Di Indomaret, Penjualan Bitcoin Tidak Signifikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang digital Bitcoin. REUTERS/Jim Urquhart

    Mata uang digital Bitcoin. REUTERS/Jim Urquhart

    TEMPO.CO, Jakarta - Bitcoin Indonesia, penyedia mata uang virtual Bitcoin, berupaya memperluas pemasaran dengan menggandeng toko retail. Menurut Kepala Eksekutif Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan, peminat Bitcoin bisa membeli melalui situs pembayaran iPaymu.com yang bekerja sama dengan jaringan retail Indomaret. (Baca: Beli Bitcoin di Indomaret? Begini Caranya)

    Namun, ujar Oscar, sejak skema ini diluncurkan pada 3 September 2014, belum ada pertumbuhan pengguna Bitcoin secara signifikan. "Memang, setiap hari ada penambahan pelanggan baru, tapi tidak terlalu banyak," tuturnya kepada Tempo, Jumat, 5 September 2014. (Baca juga: Warren Buffet: Bitcoin Selesai 10 Tahun Lagi)

    Menurut Oscar, sejak Bitcoin Indonesia bekerja sama dengan iPaymu, dalam sehari, ada seratus pengguna baru. Namun, kata dia, angka pertumbuhan tersebut dirasakan masih terlalu kecil, mengingat transaksi iPaymu bisa diakses melalui 10 ribu gerai Indomaret. Meski begitu, Oscar berharap skema kerja sama ini bisa memperluas akses Bitcoin. (Baca juga: Begini Kritik Warren Buffet kepada Bitcoin)

    Bitcoin adalah mata uang virtual yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Mata uang ini diperdagangkan dengan acuan (benchmark) dolar Amerika. Awalnya, Bitcoin digunakan sebagai media transaksi oleh pengguna Internet. Lama-kelamaan, uang berbentuk rekening online ini diperdagangkan oleh penggunanya. (Baca juga: Dicuri, Uang Investor Bitcoin Sulit Kembali)

    Di Indonesia, Bitcoin mulai populer pada November 2013. Bitcoin Indonesia, exchanger Bitcoin terbesar di Indonesia, mencatatkan nilai transaksi sebesar 5 btc atau sekitar Rp 35-50 juta dalam sehari. Rekor nilai tukar Bitcoin tertinggi di Indonesia adalah US$ 1.200 atau Rp 13,7 juta per btc. Kurs ini bisa dipantau di situs Bitcoin Indonesia.

    Namun, hingga saat ini, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan belum menganggap Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Sebab, nilai Bitcoin selalu berfluktuasi, bisa tinggi dan anjlok dalam waktu singkat. (Baca juga: Malware Serang Bitcoin Semakin Populer)

    GANGSAR PARIKESIT


    Berita Lainnya
    Nama-nama Menteri Jokowi Versi Relawan  
    Ahok: Tak Suka Sama Saya, Mau Duel? Ayo!
    Kecewa, PDIP Malas Sokong Risma Maju Lagi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.