Renegosiasi Pemerintah dan Newmont Rampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Neil Chatterjee

    REUTERS/Neil Chatterjee

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah dan PT Newmont Nusa Tenggara telah merampungkan nota kesepahaman terkait renegosiasi kontrak tambang. "Alhamdulilah, MoU sudah ditandatangani tadi malam," kata Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hadianto, di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kamis, 4 September 2014. (Baca: Jero Wacik Tersangka, Renegosiasi Newmont Lanjut)

    Menurut Martiono, dalam waktu dekat Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara akan memberikan rekomendasi ekspor ke Kementerian Perdagangan. "Dalam waktu dekat Batu Hijau dapat beroperasi kembali," ujar dia. (Baca: Besok, Newmont Teken MoU Renegosiasi Kontrak)

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Sukhyar mengatakan ada enam poin renegosiasi yang disepakati antara pemerintah dan Newmont. "Newmont sudah menyepakati enam poin renegosiasi. Poin yang cukup penting adalah kenaikan royalti sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012, yakni emas sebesar 3,75 persen, tembaga 4 persen, dan perak 3,25 persen," kata dia, Rabu, 3 September 2014. (Baca juga: Smelter Freeport Sebaiknya Dibangun di Papua)

    Kesepakatan lainnya adalah rencana kerja dan luas wilayah pertambangan yang direalisasikan oleh Newmont, dari semula sekitar 87.000 hektare menjadi 66.422 hektare. Menurut Sukhyar, Newmont masih berniat mengembangkan tambang ke wilayah timur yang bisa dilakukan hingga kontrak habis pada 2030. "Masih ada waktu," ujarnya.

    Selain itu, Newmont sepakat membayar dana jaminan pembangunan smelter senilai US$ 25 juta. Meskipun pembangunan smelter akan bekerja sama dengan Freeport, pemerintah tetap menuntut Newmont memberi dana jaminan sebagai komitmen kesungguhan pembangunan smelter.

    Hal penting lainnya adalah kewajiban divestasi. Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, pada pekan pertama September 2014 Newmont bisa mengekspor konsentrat tembaga ke Jepang, Spanyol, dan Thailand. "Devisa yang kita dapat sekitar US$ 400 juta," kata Sukhyar.

    HUSSEIN ABRI YUSUF | AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler
    Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan
    Ini Alasan Pemindahan Makam Nabi Muhammad
    Rumah Mewah Jero Wacik Dinamai 'The Waciks'
    Jadi Tersangka, Jero Bakal Dipecat dari Demokrat
    Pengamat: Jero Bukan Target Utama KPK
    Pria Ini Terlahir dengan Posisi Kepala Terbalik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.