Kembalinya Investor Asing Jadi Amunisi IHSG  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis teknik dari Indosurya, William Suryawijaya, mengatakan indeks harga saham gabungan berada dalam kondisi menguat. "Dalam jangka menengah dan panjang, IHSG masih dalam kondisi strong uptrend," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 4 September 2014.

    Ia memprediksi indeks berada di kisaran 5.186-5.244. Berdasarkan perdagangan kemarin, indeks berhasil menembus level tertinggi 2014 pada 5.223. Selain itu, ada capital inflow yang cukup memadai. "Kemampuan untuk menjaga di atas level tersebut akan diuji dalam pergerakan selanjutnya," ujar William.

    Ia menuturkan target resistensi terdekat saat ini berada di level 5.244 dengan support 5.186. Meski, dalam jangka pendek, indeks terkonfirmasi kembali ke jalur uptrend. Ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada. "Tingkat kewaspadaan tetap perlu diperhatikan jika level tertinggi sepanjang masa belum bisa ditembus pada level 5.251," tuturnya.

    Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, memprediksi indeks diperkirakan akan berada pada rentang support 5.200-5.215 dan resisten 5.230-5.245. Kembalinya asing, menurut dia, membuat nett buy memberikan amunisi bagi indeks. Namun, di sisi lain, meninggalkan utang gap 5.201-5.206.

    ADVERTISEMENT

    Saat ini indeks tak melemah dan kembali memiliki peluang kenaikan lanjutan. Namun ia meminta pelaku pasar tetap waspada. "Cermati dan mengantisipasi bila terdapat perubahan arah pasar dan adanya profit taking," kata Reza.

    DINI PRAMITA

    Terpopuler:
    Siapa Pengganti Jero Wacik?
    DPR: Penambahan Kuota BBM Belum Pernah Terjadi 
    Kopi Gayo dan Giok Aceh Hadir di DPR
    India, Sri Lanka, dan Turki Dituduh Dumping Terigu 
    Pemerintah Minta Jokowi Lanjutkan MP3EI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.