CSR BUMN Diusulkan Danai Sekolah Sepak Bola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tim Nasional Sepakbola Indonesia masuk kedalam wadah berisi es untuk melakukan terapi hydro-massage usai menjalani  sesi latihan sore di Lapangan Bola Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, (27/2). TEMPO/Seto Wardhana

    Pemain Tim Nasional Sepakbola Indonesia masuk kedalam wadah berisi es untuk melakukan terapi hydro-massage usai menjalani sesi latihan sore di Lapangan Bola Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, (27/2). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berencana mengarahkan dana tanggung jawab sosial (corporate social responsiblity/CSR) perusahaan negara untuk mengembangkan prestasi atlet. Hal itu perlu dilakukan karena anggaran CSR yang selama ini digunakan sebagai dana pendidikan dinilai sudah cukup banyak. (Baca: Dongkrak Bansos, Jawa Tengah Terbitkan Perda CSR)

    Melimpahnya anggaran CSR dari BUMN untuk pendidikan, menurut Dahlan, sudah saatnya digunakan untuk kepentingan lain, misalnya, memberantas kemiskinan dan mengembangkan prestasi atlet.

    "Dari BUMN untuk olahraga, saya katakan memang tak bisa. Namun akan saya usulkan dari dana CSR perusahaan negara," kata Dahlan saat menghadiri acara Tiga Tahun Refleksi Pelaksanaan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), di Jakarta, Rabu, 3 September 2014.

    Pernyataan Dahlan merupakan jawaban atas pertanyaan seorang pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang kesiapan BUMN mendanai pembangunan infrastruktur olahraga.  (Baca: Jokowi Minta Pengusaha Sering Berbagi)

    Saat ini, menurut Dahlan, anggaran untuk pendidikan sudah mencapai Rp 400 triliun. Angka itu terus meningkat selama dua tahun terakhir ini. Salah satu alternatif yang diusulkannya adalah pendanaan sekolah sepak bola (SSB). SSB perlu mendapatkan perhatian khusus untuk bisa mencetak pemain bola masa depan. Apalagi sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari di Tanah Air.

    Kekuatan sepak bola, menurut Dahlan, bisa menjadi pemicu gairah masyarakat dalam beraktivitas. Salah satu bukti dampak pengembangan SSB yang saat ini sudah terasa di tengah masyarakat adalah munculnya pemain sepak bola masa depan yang memberi harapan kepada negara. "Contohnya Evan Dimas. Dia itu lulusan SSB yang saya biayai," katanya. (Baca: Bos Mayapada Group Tak Percaya Sistem CSR)

    Evan Dimas merupakan pemain tim nasional di bawah usia 19 tahun (U-19). Namanya melambung karena mampu membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 tahun lalu. Evan juga membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala AFC U-19 tahun ini.

    Walaupun mengusulkan agar CSR BUMN dimanfaatkan untuk mengembangkan prestasi atlet, Dahlan meminta agar pemerintah tak memanjakan instansi penerima dana tersebut. "Harus tetap dibatasi, misalnya, maksimal 50 anak dalam satu SSB."

    FAIZ NASHRILLAH


     


    TERPOPULER
    Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan

    Pembelaan Jenderal Sutarman untuk Polisi 'Narkoba' 

    Ini Alasan Pemindahan Makam Nabi Muhammad 

    Misteri Batu Berjalan di Lembah Kematian Terkuak  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.