Harga Teh Akan Melantai di Bursa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendaki Gunung Arjuno melewati kawasan perkebunan teh Wonosari, Lawang, Malang, Jawa Timur, (1/6). Untuk menuju ke puncak gunung Arjuno terdapat 4 pintu jalur pendakian yaitu Lawang, Purwosari, Tretes dan Batu. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah pendaki Gunung Arjuno melewati kawasan perkebunan teh Wonosari, Lawang, Malang, Jawa Timur, (1/6). Untuk menuju ke puncak gunung Arjuno terdapat 4 pintu jalur pendakian yaitu Lawang, Purwosari, Tretes dan Batu. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta:Para pedagang teh kini tak lagi kebingungan menentukan harga. Dalam enam bulan ke dapan, harga teh akan melantai di bursa. “Kami akan urus persyaratan secepatnya,” kata Ketua Aspegtindo, Johan Alexander Supit di Hotel Gran Mahakam, kemarin. (Baca:Saham Pertambangan Masih Jadi Incaran)

    Rencana memasukkan komoditas ini di dalam bursa berkat perjuangan para pedagang membentuk Asosiasi Pedagang Teh Indonesia (Aspegtindo) yang diresmikan kemarin. Tujuan pembentukan organisasi ini agar ada referensi harga teh yang selama ini dianggap tidak memiliki regulasi dan standar tertentu.

    Johan menuturkan, pembentukan asosiasi ini untuk membuat standardisasi kualitas dan harga komoditas ini, serta memperkuat posisi tawar para pedagang menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun depan.

    Ia menjelaskan, nilai perdagangan teh di Indonesia tercatat sekitar US$ 200 juta  atau sekitar Rp 2,3 triliun. “Tapi itu yang tercatat. Menurut kami, total value dalam satu tahun di Indonesia mencapai US$ 1 miliar (Rp 11,7 triliun),” ujar dia. Karena itu, selain menghadapi MEA, pembuatan Aspegtindo ini bertujuan bisa ikut trading di bursa agar segala transaksi tercatat. (Baca:RNI Tambah Ekspor Teh ke Taiwan)

    Direktur Bursa Berjangka Jakarta, Sherman Rana Krisna menyambut baik pembentukan Aspegtindo dan niatnya masuk bursa. Menurut dia, setelah masuk ke dalam bursa, maka akan ada delapan  komoditas yang melantai di bursa. “Di antaranya cokelat dan batu bara,” kata Krisna.

    BBJ pun menyatakan kesiapannya. Krisna mengatakan, dalam sepekan akan ada pertemuan membahas kesiapan Aspegtindo melantai di bursa. “Kalau sudah resmi, maka akan didapat harga teh resmi yang transparan, dan semua orang bisa memantau,” ujarnya.

    Dewan Komisaris PT Sariwangi AEA, Andrew Supit, mengatakan Aspegtindo juga memberikan dampak positif terhadap pemilik kebun. “Kekuatan lokal teh sangat luar biasa, para pedagang di daerah bisa dengan gampang menjual produknya ke luar negeri,” kata dia. (Baca: Sejumlah Produk Ekspor Tertahan di Afrika )

    HUSSEIN ABRI YUSUF


    Berita Terpopuler

    'Tangan Saya Dipaksa Pegang Kelaminnya'  
    Pilot Garuda Indonesia Meninggal di Pesawat  
    Kalla Capek Bicara Soal Harga BBM ke SBY
    Jika Terbukti, AKBP Idha Terancam Dihukum Mati  
    Jokowi Dibilang Sinting, 'Gol Bunuh Diri' Prabowo, sampai Kain Ihram 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.