KAI Buka Gerbong Eksekutif Purwokerto-Semarang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas pemberangkatan perdana Kereta Api Kamandaka jurusan Purwokerto-Semarang di Stasiun Purwokerto, Senin (17/2). TEMPO/Aris Andrianto

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas pemberangkatan perdana Kereta Api Kamandaka jurusan Purwokerto-Semarang di Stasiun Purwokerto, Senin (17/2). TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Purwokerto - Merespons dampak amblasnya Jembatan Comal, PT Kereta Api Indonesia membuka gerbong kelas eksekutif dari Purwokerto ke Semarang. "Ini untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang pada rute Purwokerto-Semarang. PT KAI Daop 5 Purwokerto akan menambah layanan baru kelas eksekutif pada rangkaian kereta api Kamandaka jurusan Purwokerto-Semarang pergi-pulang," kata Manajer Humas KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono, Senin, 1 September 2014.

    Ia mengatakan kereta Kamandaka yang sejak awal peluncurannya hanya melayani dengan gerbong kelas ekonomi AC ini akan ditambah lagi dengan gerbong kelas eksekutif yang lebih nyaman.

    Penambahan layanan kelas eksekutif pada Kamandaka ini akan mulai dilaksanakan pada perjalanan hari Jumat, 5 September 2014.  "Tahap awal kami akan menambahkan satu gerbong kelas eksekutif dengan kapasitas 54 seat. Jika ternyata permintaan besar, maka kami akan tambah lagi," katanya.

    Ia mengatakan tarif Kamandaka kelas ekonomi AC sebesar Rp 70 ribu untuk Purwokerto-Semarang atau sebaliknya. Tarif untuk kelas eksekutif ini akan berada pada kisaran harga antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

    Penambahan layanan kelas eksekutif pada Kamandaka ini dilakukan melihat besarnya animo masyarakat pada kereta api. Saat ini tingkat okupansi rata-rata Kamandaka untuk rute Purwokerto-Semarang mencapai 770 penumpang atau 121 persen per hari.

    Menurut Surono, okupansi untuk rute Semarang-Purwokerto bahkan lebih tinggi lagi, yakni rata- rata mencapai 860 penumpang atau 134 persen per hari. Tingginya okupansi yang melebihi 100 persen pada Kamandaka ini terjadi karena begitu dinamisnya trayek penumpang yang naik kereta ini.

    "Meski kapasitas penumpang tetap dibatasi 100 persen, okupansi riil Kamandaka saat ini lebih tinggi karena banyak penumpang yang turun dan naik di stasiun antara, seperti Slawi, Tegal, Pemalang dan Pekalongan," katanya.

    Surono mengatakan penambahan layanan kelas eksekutif ini diharapkan akan semakin meningkatkan pelayanan Kamandaka. Selain waktu tempuh yang lebih cepat dibanding transportasi jalan raya, masyarakat juga akan diberikan pilihan kelas kereta yang bervariasi sesuai dengan keinginan.

    Dian Apriliani, 25 tahun, pegawai swasta, mengatakan kelas eksekutif semakin memberikan pilihan kepada penumpang. "Kalau ada rapat pagi bisa menggunakan kelas eksekutif yang tentunya lebih nyaman," katanya.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.