Jero Pede Bisa Atasi Kuota BBM bila Jebol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean panjang pengendara bermotor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat, 26 Agustus 2014. Antrean itu disebabkan kelangkaan BBM Bersubsidi menyusul diberlakukannya pemangkasan kuota BBM Bersubsidi. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Antrean panjang pengendara bermotor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat, 26 Agustus 2014. Antrean itu disebabkan kelangkaan BBM Bersubsidi menyusul diberlakukannya pemangkasan kuota BBM Bersubsidi. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik tidak mempermasalahkan kian tipisnya kuota bahan bakar minyak bersubsidi. Pemerintah, kata dia, setiap hari menghitung stok BBM bersubsidi dan jumlah kekurangan."Kalau terjadi over quota akan kami hitung nanti," katanya saat ditemui di stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Agustus 2014. (Baca: Kuota BBM Berpotensi Jebol 1,35 Juta KL)

    Dia mengatakan, jika alokasi BBM bersubsidi jebol dan mengakibatkan penambahan kuota, pemerintah akan membicarakan hal tersebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat. "Waktu saya awal jadi Menteri ESDM, kuota jebol di 2011, tetapi tidak lantas terjadi kiamat, bisa diatasi. Tiga kali saya atasi kuota jebol," katanya. "Apalagi nanti saya kan juga di DPR. Jangan dibikin sulit."

    Menurut Jero, antrean pembeli BBM di SPBU-SPBU sudah mulai normal, seperti yang terjadi di Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Yogyakarta. Untuk mengatasi antrean panjang pembeli BBM, dia mencontohkan, di Padang, pemerintah telah meminta Pertamina untuk menggelontorkan pasokan BBM agar kebutuhan masyarakat tercukupi. (Baca : Harga Premium Rp 20 Ribu per Liter di Padang

    Karena itu, dia meminta masyarakat tidak panik. "Subsidi cukup dan nonsubsidi lebih dari cukup. Belilah secukupnya. Jangan berlebihan, jangan takut kehabisan," katanya.

    Pemerintah, kata dia, serius mengurusi masalah kebutuhan bahan bakar dengan menyediakan stok. "Saya sudah cek ke Pertamina, stoknya 18 hari. Biasanya 15 hari sudah aman," katanya. Dia mengatakan stok bahan bakar tidak akan habis karena hanya BBM bersubsidi yang mengalami pengetatan konsumsi. "Kalau mau beli Pertamax, berapa pun ada."

    Jika kuota BBM bersubsidi jebol dalam pemerintahan SBY ataupun pemerintahan mendatang, "Nanti kami lihatlah. Pemerintah tahun depan atau sekarang sama saja. Kalau terjadi ekses, kami tangani eksesnya," katanya. (Baca:Kuota BBM Subsidi Masih 15,5 Juta Kiloliter )

    ALI HIDAYAT



    Berita Lain:
    Lion Air Juara Delay : 20 Ribu Kali Selama 6 Bulan  
    BI: Bitcoin Bisa Jadi Alat Cuci Uang
    Penerimaan Pajak Tahun Ini Merosot  
    Trans Studio Ekspansi ke Thailand dan India


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.