Pasokan BBM Subsidi Belum Kembali Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plang pengumunan yang bertuliskan

    Plang pengumunan yang bertuliskan "Tersedeia Pertamax Plus" di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina kawasan Otista, Jakarta (26/8). Tempo/Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Karanganyar - Pemerintah menjanjikan pasokan bahan bakar minyak bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum kembali normal mulai hari ini, Rabu, 27 Agustus 2014. Namun, sejumlah SPBU di Karanganyar, Jawa Tengah, ternyata masih mengalami kelangkaan BBM Premium dan solar sampai saat ini.

    Pantauan Tempo di SPBU Popongan, pom bensin itu menutup sebagian pagar di pintu masuk dan pintu keluar. Di pagar SPBU tertempel kertas karton bertulisan "Premium habis. Pertamax tersedia". Karena Premium habis, tidak tampak antrean di SPBU Popongan. (Baca: Harga BBM Naik, Inflasi Melonjak 1 Persen)

    SPBU Papahan justru sama sekali tidak beroperasi karena stok Premium dan solar sama-sama habis. Pengelola menutup pintu pagar SPBU dan memasang tulisan "BBM subsidi dalam pengiriman".

    Adapun di SPBU Kebakkramat, stok solar masih kosong. Pengelola memasang papan bertulisan "Solar subsidi dalam proses pengiriman".

    Manajer SPBU Kebakkramat Santoso mengatakan solar subsidi habis sejak pukul 08.00. "Selasa malam kami dapat kiriman 8 ribu liter solar. Tapi pagi ini jam 8 sudah habis," katanya kepada Tempo, Rabu, 27 Agustus 2014 pagi. (Baca: Kuota BBM Subsidi Masih 15,5 Juta Kiloliter)

    Santoso mengaku dijanjikan Pertamina bahwa pasokan BBM akan kembali normal mulai hari ini. Dia memesan 16 ribu liter dan dijanjikan akan dikirim 16 ribu liter juga. "Misal saya pesan 32 ribu atau 40 ribu liter, katanya juga akan dipenuhi," ucapnya.

    Saat terjadi pengurangan kuota, SPBU Kebakkramat hanya mendapat jatah 16 ribu liter solar sehari, dari biasanya 24 ribu liter. Sedangkan untuk Premium, justru tidak dikurangi karena omzetnya hanya 10 ribu liter sehari. "Konsumen kami kebanyakan bus dan truk karena lokasinya di jalur luar kota," ujar Santoso. (Baca: Angkot Pangkas Jam Kerja, Organda Hitung Kerugian)

    Di SPBU lain di Karanganyar, terlihat masih banyak antrean, baik untuk Premium maupun solar. Antrean panjang terlihat di SPBU Bejen, Dagen, Sapen, dan Sroyo. Antrean terutama didominasi sepeda motor dan truk.

    UKKY PRIMARTANTYO

    Berita Terpopuler:
    Ahok Akui Terjepit Antara Jokowi dan Prabowo
    Ini Sebab Ahok Suka Djarot Syaiful Hidayat
    Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS
    Dua Partai Merah Putih Diprediksi Gabung Jokowi-JK
    Indonesia Bentuk Timnas U-19 Baru, Mengapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).