Maspion Group Bangun Hotel Bintang Lima di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Surabaya - Maspion Group mengembangkan bisnis properti di kawasan Pantai Balangan, Jimbaran, Bali. Melalui anak usahanya, PT Marindo Gemilang, nilai investasi proyek hotel bintang lima itu sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,76 triliun.

    "Sekarang masih tahap desain. Ditargetkan mulai konstruksi kuartal III tahun 2015, finishing tahun 2018," kata Direktur Utama Marindo Gemilang Sugiarto Alim seusai penandatanganan MoU PT Marindo Gemilang dengan Luxury Hotels International Management Company B.V. di Surabaya, Selasa, 26 Agustus 2014. (Baca: Bangun Hotel Baru, Maspion Gandeng Aston.)

    Sugiarto mengatakan proyek Edition Hotel and Residences itu akan dikerjakan di atas lahan 4,1 hektare. Tinggi bangunan akan menyesuaikan peraturan yang berlaku di Pulau Dewata, yakni maksimum 15 meter atau lima lantai. Terdiri dari 200 kamar hotel dan 50 kamar untuk penginapan.

    "Arsiteknya didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Proses desainnya butuh waktu sekitar satu tahun," katanya. (Baca: Alim Markus Diminta Genjot Produksi Dalam Negeri.)

    Dana investasi untuk pembangunan hotel itu berasal dari pinjaman bank sebesar 80 persen. Sisanya adalah dana internal. "Beberapa bank sudah approach dengan kami, tapi belum dipastikan mana saja," ujarnya.

    Proyek Edition Hotel and Residences itu merupakan proyek properti yang kedua di Bali. Sebelumnya Maspion Group merancang proyek hotel bintang tiga Fairfield Hotel di kawasan Sunset Road, Kuta. Fairfield akan mulai konstruksi pada September 2014.

    "Untuk hotel bintang tiga ini menelan investasi Rp 120 miliar," katanya. Fairfield adalah proyek kedua yang bekerja sama dengan manajemen JW Marriott Hotels. Rencananya Fairfield dibangun di atas lahan 5.000 meter persegi dengan 223 kamar, dan mulai beroperasi pada awal 2016.

    Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus mengungkapkan potensi hunian untuk pariwisata di Pulau Dewata masih tinggi. "Potensi Bali sangat besar di dunia internasional. Turis masih banyak yang datang dan ramai sekali di sana," ia berujar.

    Selain perhotelan dan pariwisata, pihaknya pun berminat merambah investasi pelabuhan. "Kalau ada pelabuhan bagus, saya juga ingin ada pelabuhan di sana untuk batu bara. Yang mana saya bisa membangun PLTU," katanya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


    Berita Lain:
    RUU Panas Bumi Diketok Hari Ini
    JJ Rizal dan Andrinof Saling Lempar Jadi Calon Wali Kota Depok
    Curhat Bisa Cegah Kekerasan di Sekolah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.