Kuota BBM Subsidi di Jateng-DIY Tinggal 33 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BBM bersubsidi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    BBM bersubsidi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Semarang - Stok bahan bakar minyak bersubsidi yang dikuasai PT Pertamina Regional IV (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) diperkirakan tak bisa mencukupi kebutuhan konsumsi harian hingga akhir2014. Sebab, konsumsi BBM bersubsidi di wilayah itu hingga Agustus ini sudah mencapai 67 persen dari total kuota tahunan 5,6 juta kiloliter. (Baca: Pembelian Bensin dengan Jeriken Dibatasi)

    "Kebutuhan konsumsi BBM itu itu berdasarkan hitungan per 23 Agustus 2014. Realisasi konsumsi Premium bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY telah melampui 60 persen," tutur External Relations Marketing Operation PT Pertamina Regional IV Robert M.V. Dumatubun di Semarang, Selasa, 26 Agustus 2014. (Baca: SPBU Dalam Kota Bogor Antre Panjang)

    Tak hanya Premium, menurut Robert, stok solar bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY juga sudah tipis. Konsumsi Solar di Jawa Tengah sudah mencapai 60 persen, sedangkan di DIY sudah 61 persen dari kuota tahun 2014. Dengan kondisi seperti itu, Pertamina tak memungkiri prediksi bahwa BBM bersubsidi di Jateng dan DIY bakal habis sebelum akhir tahun. "Masyarakat pun kami harap bisa memahami dan beralih ke BBM nonsubsidi," kata Robert.

    Menurut Robert, realisasi konsumsi BBM nonsubsidi di wilayah kerjanya itu naik 4,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013. (Baca:Jero : SBY Tunggu Presiden Baru Naikkan Harga BBM)

    Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena Pertamina selalu menyediakan BBM nonsubsidi bila kuota bensin murah di SPBU sudah habis. General Manager PT Pertamina Marketing Operation Regional IV Jateng dan DIY Subagjo Hari Moeljanto meminta pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi agar mulai membiasakan diri menggunakan BBM nonsubsidi.

    EDI FAISOL


    Terpopuler
    Polisi Panggil Pengurus Gerindra Soal Garuda Merah
    Ini Saran Komnas HAM kepada Tim Advokasi Prabowo
    Lusa, PTUN Akan Jatuhkan Vonis Gugatan Prabowo
    Nazaruddin: Nova Riyanti Juga Istri Anas
    Kritik Ahok: Jokowi Lelet Ambil Keputusan
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.