Premium Langka, Pertamina Akui Pangkas Kuota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menunggu kiriman BBM jenis Premium dan Pertamax yang telah habis di salah satu SPBU di Jalur Pantura, Indramayu, Jawa Barat, 24 Agustus 2014. Kelangkaan tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan kuota. ANTARA/Dedhez Anggara

    Sejumlah warga menunggu kiriman BBM jenis Premium dan Pertamax yang telah habis di salah satu SPBU di Jalur Pantura, Indramayu, Jawa Barat, 24 Agustus 2014. Kelangkaan tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan kuota. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan terpaksa memotong alokasi harian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kebijakan ini merupakan upaya pengendalian konsumsi BBM bersubsidi untuk memastikan kuota yang ditetapkan pemerintah tak jebol. (Baca: SPBU Dalam Kota Bogor Antre Panjang).

    "Kami harus memilih, antara membiarkan konsumsi secara normal tapi awal Desember sudah habis atau kami salurkan sesuai dengan ketersediaan kuota secara harian," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 25 Agustus 2014. (Baca : Pertamina Bantah BBM Subsidi Langka).

    Menurut Hanung, pemotongan alokasi harian di SPBU dirinci, antara lain, sebesar 5 persen untuk Premium dan 10-15 persen untuk solar. "Teknisnya, alokasi harian suatu SPBU dipangkas hanya 5 persen untuk Premium dan sekitar 10-15 persen untuk solar," ujarnya. (Baca: Jero Wacik Pastikan Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah).

    Ia mencontohkan, jika alokasi harian normal Premium di suatu SPBU mencapai 20 ribu kiloliter, mulai 18 Agustus lalu, kuotanya dipangkas 1.000 liter. Untuk menggantikan 1.000 liter tersebut, Pertamina akan memasok BBM nonsubsidi, misalnya, Pertamax dan Pertamax Dex. "Besoknya akan kami suplai begitu juga," ujarnya. (Baca : BBM Bersubsidi Mulai Langka di Padang)

    Juru bicara Pertamina, Ali Mundakir, mengatakan kebijakan Pertamina ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014. "Kami berhitung sisa kuota BBM subsidi berapa, ini yang kami salurkan ke masyarakat," ujarnya.

    Menurut Ali, pemotongan alokasi harian sebesar 5 persen dan 15 persen ini tidak lagi untuk menghitung seberapa besar penghematan yang didapatkan oleh Pertamina, melainkan kepastian bahwa kuota yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 46 juta kiloliter cukup hingga 31 Desember 2014. "Ini diberlakukan di sekitar 5.000 SPBU di Indonesia."

    Sebelumnya, dilaporkan terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di jalur Pantura, tepatnya di wilayah Tegal dan Brebes. Antrean juga terjadi di wilayah Cirebon. Masyarakat antre untuk mendapatkan Premium.

    AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler:

    Effendi Simbolon: Wagub DKI Jakarta Hak PDI Perjuangan
    Istri Wakil Wali Kota Antre Bensin Eceran di Tegal
    Angel Di Maria Segera Berseragam MU
    Dewan Pendidikan Kritik Kurikulum 2013 yang Amburadul

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.