Golkar Setuju Pengalihan Subsidi BBM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kenaikan Harga BBM Sarat Misi Politik

    Kenaikan Harga BBM Sarat Misi Politik

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golongan Karya Ahmadi Noor Supit mengatakan partainya mendukung pemangkasan subsidi bahan bakar minyak demi Anggaran Pendapatan Belanja Negara yang lebih sehat. Ia membenarkan, supaya kebutuhan pembangunan infrastruktur, pertanian, dan penanggulangan kemiskinan terpenuhi, subsidi BBM harus dialihkan menjadi subsidi orang. (Baca: Kenaikan Harga BBM Diusulkan Satu Tahap)

    "Subsidi barang memang harus dievaluasi karena tak sampai pada masyarakat miskin," kata Ahmadi saat dihubungi, Sabtu, 23 Agustus 2014.

    Ahmadi memperkirakan, segera setelah subsidi BBM itu dialihkan, gejolak masyarakat tak mungkin dihindari. Namun, kata dia, gejolak ini bisa ditekan dengan transparansi dari presiden. (Baca: Jokowi Setuju Kenaikan Listrik dan Pembatasan BBM)

    Selain itu, masyarakat harus dapat merasakan betul manfaat dari pengalihan subsidi ini. "Sebanyak 60 persen infrastruktur di kabupaten rusak total. Pengalihan dana subsidi bisa digunakan untuk membenahi ini," kata Ahmadi. Dengan demikian, dia melanjutkan, masyarakat miskin dapat merasakan pengalihan tersebut.

    Menurut Ahmadi, pada tahun 2015, idealnya tak ada lagi subsidi barang. Namun pengalihan sepenuhnya pada subsidi orang dapat dilakukan secara bertahap. Untuk anggaran 2015, kata Ahmadi, pemerintah mengajukan kuota BBM bersubsidi sebanyak 48 juta kiloliter. "Kalau harga per liter  dinaikkan Rp 2.000 saja, anggaran Rp 96 triliun bisa dialihkan ke yang lain," katanya.

    Untuk membahas perubahan pada RAPBN 2015 ini dengan tim ekonomi presiden terpilih Joko Widodo, kata dia, belum ada arahan resmi dari Partai Golkar. "Tapi pada prinsipnya kami membuka diri selama itu untuk kepentingan rakyat," ujarnya. (Baca: Relawan Minta Jokowi Batalkan Opsi Kenaikan BBM)

    Koalisi tempat partainya bergabung, kata dia, memposisikan diri sebagai penyeimbang pemerintah, bukan oposisi. "Jadi, kalau pemerintah tak memihak rakyat, ya, kami kritik. Kalau programnya untuk rakyat, ya, enggak mungkin kami lawan, dong," ujar Ahmadi.

    TRI ARTINING PUTRI

    Terpopuler:
    Prabowo Terus Menggugat, Siapa Paling Diuntungkan?
    Prabowo Curhat di Facebook, Hatta di Twitter
    Jokowi Dikawal 37 Paspampres, 7 Mobil, dan 3 Motor
    Ahok Akan Ajukan Dua Nama Calon Wakil Gubernur  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.