Bos Pertamina Harus Kenal Industri Migas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas mengontrol dan mengecek fasilitas stasiun produksi yang berada di PT Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat. (26/03). Tempo/Amston Probel

    Seorang petugas mengontrol dan mengecek fasilitas stasiun produksi yang berada di PT Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat. (26/03). Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Himpunan Wiraswasta Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomo Hadi menilai sosok bos baru PT Pertamina (Persero) mengemban beban berat bersama pemerintah mendatang. Oleh karena itu, pengganti Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan harus orang yang mengenal betul dan berkecimpung di dunia minyak dan gas.

    "Soalnya ada banyak target yang harus dikejar oleh Pertamina ke depan. Dibutuhkan orang yang sudah berpengalaman dalam dunia minyak dan gas," ujar Eri saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014. (Baca: Karen: Proses Pengunduran Diri Saya Sejak 2013)

    Eri mengatakan selain berpengalaman dalam dunia minyak dan gas, dibutuhkan juga seseorang yang berjiwa pemimpin. "Di awal tentu saja dibutuhkan koonsolidasi di tubuh Pertamina usai ditinggal Karen," ujarnya. (Baca:Mundurnya Karen Disebut Fenomena Gunung Es BUMN)

    Dia mengatakan tantangan yang akan dihadapi oleh Pertamina ke depan akan sangat berat. Apalagi menyesuaikan permintaan pemerintah baru nantinya. "Persaingan akan lebih berat mulai dari hilir hingga ke hulu industri perminyakan dan gas. Peningkatan produksi tentu menjadi target dari pemerintah ke depan," ujar Eri. (Baca:Said Didu: Karen Mundur karena Tak Kuat Tekanan)

    Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya per 1 Oktober 2014. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan pengunduran diri Karen mutlak keinginan pribadi. "Jadi, beliau tidak mengundurkan diri karena alasan politik, apalagi alasan karena mendapatkan tekanan dari pemerintah," ujar Chairul di kantornya, Rabu, 20 Agustus 2014.

    Menurut Chairul, keinginan Karen mengundurkan diri dari jabatan nomor satu di perusahaan minyak pelat merah itu sudah beberapa kali disampaikan, tapi belum ditanggapi pemerintah. "Saya tahu persis, tidak ada tekanan atau apa pun hal-hal yang terkait dengan masalah Pertamina," katanya. (Baca:Chairul Tanjung: Karen Mundur Bukan karena Elpiji)

    AMOS SIMANUNGKALIT


    Terpopuler
    Kronologi Kerusuhan Massa Pro-Prabowo di MK
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo
    Bisakah Prabowo Menang di MK? Ini Prediksi Pakar
    Putusan Gugatan Prabowo di MK Setebal 4.390 Lembar
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.