Ini Kriteria Bos PLN Versi Pengusaha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta -- Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Hariyadi Sukamdani, mengatakan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membutuhkan sosok direktur utama baru di luar PLN. "Untuk membuat terobosan baru, PLN butuh orang dari luar institusi yang dapat berpikir berbeda dalam menyelesaikan permasalahan," ujar dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014 malam.

    Hariyadi juga menyebut PLN memerlukan terobosan baru untuk mengatasi kelangkaan listrik. "Harga listrik sudah terlalu mahal saat ini untuk dunia industri, dan tentu saja bisa menggangu iklim usaha," ujarnya.

    Sosok Direktur Utama PLN idaman Hariyadi haruslah memiliki rekam jejak yang jelas dan tidak pernah tersandung masalah hukum. "Jadi, tidak mengganggu kinerja PLN untuk menjamin ketersediaan listrik untuk dunia usaha," ujarnya. (Baca: Dahlan Iskan: Dirut PLN Minta Segera Diganti)

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji meminta segera lengser. "Beliau minta serah-terima jabatan dipercepat," ujarnya di kantor pusat PT Jiwasraya, Kamis, 14 Agustus 2014. (Baca:Dahlan Iskan: Ignasius Jonan Cocok Jadi Dirut PLN)

    Dahlan mengakui banyak yang menyebut calon pengganti Nur Pamudji adalah Direktur Kereta Api Ignasius Jonan. "Rencananya begitu," ujarnya. Namun penggantian bos PLN, kata Dahlan, masih menunggu terbentuknya kabinet baru. (Baca: Dahlan: Jonan Sudah Disetujui Jadi Dirut PLN)

    AMOS SIMANUNGKALIT


    Terpopuler:
    Kronologi Kerusuhan Massa Pro-Prabowo di MK
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo
    Bisakah Prabowo Menang di MK? Ini Prediksi Pakar
    Putusan Gugatan Prabowo di MK Setebal 4.390 Lembar
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.