Sime Darby Malaysia Andalkan TKI Asal Lombok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Rahim Gani, 32 tahun, saat bekerja di perkebunan kelapa sawit di Felda Bukit Cerakah, distrik Klang, Kuala Lumpur, 16/4. Reuters/Samsul Said

    Abdul Rahim Gani, 32 tahun, saat bekerja di perkebunan kelapa sawit di Felda Bukit Cerakah, distrik Klang, Kuala Lumpur, 16/4. Reuters/Samsul Said

    TEMPO.CO, Mataram - Lebih 2 ribu orang Lombok bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di perkebunan kelapa sawit Sime Darby Malaysia. Head of Human Resources Sime Darby Plantation-Malaysia, Mohammad Fauzi Hassan, memuji mereka sebagai pekerja andal di sektor perladangan.

    Fauzi Hassan mengemukakannya kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi sewaktu bertemu di kantor Gubernur NTB, Jumat, 22 Agustus 2014. "Jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain, mereka lebih mahir secara fisik maupun mental," kata Fauzi Hassan. (Baca: TKI Ilegal 10 Kali Jumlah yang Legal)

    Kunjungan tersebut dilakukan berkaitan dengan dukungan Pemerintah Provinsi NTB agar 90 persen TKI di perusahaan tersebut berasal dari Lombok. Saat ini, komposisi TKI dari keseluruhan pekerja di Sime Darby adalah 70 persen. Sime Darby Plantation-Malaysia merupakan perusahaan yang bergerak dalam lima sektor, yaitu perladangan, properti, permotoran, listrik, dan industri.

    Muhammad Zainul Majdi meminta kerja sama yang terjalin selama ini tidak hanya menggunakan penghitungan bisnis semata. "Hendaknya mengedepankan persaudaraan sebagai negara serumpun," ujar Zainul Majdi.

    Zainul Majdi juga berpesan kepada Direktur Utama PT Cipta Rezeki Utama Edy Sopyan, yang merupakan perwakilan Sime Darby di NTB, agar selalu memperhatikan legalitas tenaga kerja NTB yang dikirim ke Malaysia. Dia minta agar Sime Darby memberikan jaminan kehidupan yang layak bagi tenaga kerja Indonesia asal Lombok. "Segala hal yang berkaitan dengan kesejahteraan TKI agar terus diperhatikan dan ditingkatkan," ucapnya.

    Kepala Balai Pelayanan, Pendapatan, dan Perlindungan TKI NTB Syahrum menyebutkan tahun 2013 lalu terdapat 36.695 orang TKI yang diberangkatkan ke Malaysia dan Brunei Darussalam. "Sebagian besar bekerja di ladang kelapa sawit," katanya. Jumlah riilnya atau 35.374 orang. Sedangkan untuk tahun 2014 ini, setiap bulan diberangkatkan sekitar 3.000 orang.

    Badan Pusat Statistik NTB merilis data remitansi para TKI asal NTB dari berbagai negara sampai dengan Juni 2014 mencapai Rp 677,108 miliar. Tahun sebelumnya, remitansi yang masuk sebanyak Rp 1,429 triliun. (Baca: Idul Fitri, Duit Kiriman TKI Capai 15 Triliun)

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Terpopuler:
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi
    Dipanggil 'Presiden', Jokowi Beri Hormat Sempurna
    Jokowi dan JK Mulai Silang Pendapat Soal Kabinet
    Usai Putusan MK, PKB Usulkan Bagi-bagi Kekuasaan


  • TKI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.