Harga Elpiji Tabung Melon Tembus Rp 26 Ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk berisi tabung gas 3 Kg yang dibagikan secara gratis oleh Pertamina kepada warga korban banjir di jalan Jatinegara Barat, Jakarta (20/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Truk berisi tabung gas 3 Kg yang dibagikan secara gratis oleh Pertamina kepada warga korban banjir di jalan Jatinegara Barat, Jakarta (20/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Majalengka - Gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Majalengka sulit didapatkan dalam sepekan terakhir. Kalaupun ada, di pedesaan harganya tembus sampai Rp 26 ribu per tabung.

    "Seharian ini saya mencari tabung elpiji 3 kilogram, sudah lebih dari 10 toko, kios dan pengecer yang saya datangi," kata Ade Nurjanah, warga Kelurahan/Kecamatan Majalengka, Jumat, 22 Agustus 2014. "Tapi habis semua. Stoknya kosong."

    Ade mengungkapkan dirinya memiliki 2 tabung elpiji 3 kg. Satu tabung sudah kosong. "Sedangkan tabung satunya sudah 3 hari dipakai," kata Ade. Ini berarti tabung tersebut umurnya tinggal 3 atau 4 hari lagi. "Kalau belum dapat juga, bisa-bisa saya tidak masak," kata Ade. (Baca: Harga Elpiji 12 Kg Naik, Gas Melon Bakal Diserbu)

    Sedangkan seorang pengecer elpiji 3 kg di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Yuli, mengaku jika pasokan elpiji 3 kg terus menurun sejak sepekan ini. "Normalnya saya dapat pasokan 10 hingga 15 tabung elpiji 3 kg setiap harinya," kata Yuli. Namun selama sepekan ini pasokan elpiji terus berkurang menjadi hanya 5 tabung setiap hari. Bahkan hari ini Yuli mengaku hanya mendapatkan kiriman elpiji 3 kg sebanyak 3 tabung. (Baca: Harga Akan Naik, Elpiji Mulai Langka di Pasaran)

    Tidak hanya di perkotaan, kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg pun terjadi di daerah pedesaan di Kabupaten Majalengka. Termasuk di Desa Cipendeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. "Harga elpiji 3 kg di desa kami sudah mencapai Rp 26 ribu per tabung," kata Budi. (Baca: ESDM Akui Gas Melon Laris Bila LPG Naik)

    Padahal biasanya paling mahal harga elpiji 3 kg hanya berkisar antara Rp 18 ribu-20 ribu per kg. "Sudah mahal, dapatnya sulit lagi," kata Budi. Karena tidak ada pilihan lain lagi, akhirnya Budi mengaku keluarganya kini menggunakan kayu bakar untuk memasak.

    IVANSYAH

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi
    Jokowi dan JK Mulai Silang Pendapat Soal Kabinet
    Usai Sidang MK, Adik Prabowo Mantu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.