BI Akan Lelang Uang Bersambung Seri 45 Lembaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Agus DW Martowardojo dan Menkeu RI M. Chatib Basri resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. Ini momentum menjadikan uang NKRI sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur BI Agus DW Martowardojo dan Menkeu RI M. Chatib Basri resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. Ini momentum menjadikan uang NKRI sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan Bank Indonesia akan memberlakukan sistem lelang pada uang bersambung atau uncut banknotes seri 45 lembaran. Ia menyatakan Bank Indonesia hanya membuat secara terbatas uang seri koleksi uncut banknotes nominal Rp 100 ribu Tahun Emisi 2014.

    "Yang 45 lembaran cuma dibuat 1.000 lembar saja," kata Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, ketika dihubungi. Rabu, 20 Agustus 2014. Uncut banknotes 45 lembaran merupakan uang rupiah yang dicetak di atas kertas berukuran plano yang sama sekali tidak dilakukan pemotongan sebagaimana mata uang.

    Uncut banknotes nominal Rp 100 ribu Tahun Emisi 2014 ini merupakan edisi commemorative atau peringatan akan hadirnya uang baru yang mengalami sedikit perubahan. Pada uang Rp 100 ribu Tahun Emisi 2014 terdapat frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wujud pelaksanaan Undang-Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011.

    "Uncut banknotes ini bersifat seperti suvenir, tapi juga tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah," kata Tirta. Ia menjelaskan sistem lelang pada seri 45 lembaran ini sedang disusun oleh Bank Indonesia dan akan segera diumumkan kepada publik jika telah siap sepenuhnya.

    Ia menjelaskan setiap uncut banknotes ini akan disertakan sertifikat sebagai keterangan autentik bahwa uang dengan nomor seri sebagaimana yang tercantum dalam lembaran uang bersambung adalah uang kertas yang belum dipotong. Masing-masing lembar uang pecahan Rp 100.000 dengan nomor seri tertentu itu merupakan uang asli dan sah.

    Bank Indonesia menyediakan tiga buah versi uncut banknotes. Pertama, uncut banknotes 2 lembaran yang bernilai nominal Rp 200 ribu dengan harga jual Rp 500 ribu. Kedua, uncut banknotes 4 lembaran yang bernilai nominal Rp 400 ribu dengan harga jual Rp 1 juta. Ketiga, uncut banknotes 45 lembaran yang berukuran satu kertas plano dengan nilai nominal Rp 4,5 juta dengan harga jual Rp 10 juta.

    Versi 2 lembaran dan 4 lembaran dapat dibeli masyarakat maupun kolektor uang di Bank Indonesia. Sedangkan untuk versi 45 lembaran akan dilakukan lelang untuk memperolehnya. Tirta menjelaskan terdapat mekanisme pemesanan terlebih dahulu untuk membeli uncut banknotes dari Bank Indonesia.

    Tirta menjelaskan seri 2 lembaran dan 4 lembaran koleksi ini disiapkan sebanyak 5.000 lembar, sedangkan seri 45 lembaran hanya disiapkan sebanyak 1.000 lembar untuk dilelang. Bank Indonesia menyatakan hanya melakukan satu kali pencetakan terhadap seri barang koleksi tersebut.

    MAYA NAWANGWULAN


    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kiai Pro-Prabowo: Jika Tidak PSU, MK Cacat
    Tiga Kader Golkar Gugat Ical Rp 1 Triliun
    Candi Borobudur Disebut Jadi Target Teror ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.