Chairul Tanjung: Karen Mundur tanpa Tekanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur PT Pertamina Karen Agustiawan saat mengikuti rapat terbatas membahas kenaikan harga gas elpiji 12 Kg di Bandara Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta (5/1). TEMPO/Subekti.

    Direktur PT Pertamina Karen Agustiawan saat mengikuti rapat terbatas membahas kenaikan harga gas elpiji 12 Kg di Bandara Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta (5/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan pengunduran diri Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mutlak karena keinginan pribadi. "Beliau tidak mengundurkan diri karena alasan politik, apalagi tekanan dari pemerintah," ujarnya di kantornya, Rabu, 20 Agustus 2014.

    Menurut Chairul, Karen sudah beberapa kali menyatakan niatnya untuk mundur dari kursi bos Pertamina, tapi tidak ditanggapi oleh pemerintah. Meski kemudian Karen mengukuhkan niat mundur dari Pertamina demi mengajar di Harvard University, Chairul melihat banyak media yang mengaitkan hal tersebut dengan isu lain. "Banyak berita yang membelokkan isu, seolah-olah karena alasan politik atau tekanan pemerintah." (Baca: Chairul Tanjung Belum Terima Surat Mundur Karen)

    Dengan penjelasan ini, Chairul berharap berita mengenai pengunduran diri Karen tidak dipolitisasi dan tidak dipersoalkan lagi. Rencananya, tutur CT, Karen akan memberikan penjelasan langsung mengenai pengunduran dirinya pada pekan ini. "Rekan media bisa menanyakannya secara langsung kepada beliau," katanya. (Baca: Prestasi dan Beban Karen Agustiawan di Pertamina)

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan Karen akan mengundurkan diri mulai 1 Oktober 2014. Dalam surat pengunduran diri yang diterima Dahlan, Karen beralasan ingin fokus mengurusi keluarga. (Baca: Jadi Dirut Pertamina, Karen: Tak Ada 'Me Time'  ).

    Selain itu, ujar Dahlan, alasan lain adalah dia berencana menjadi tenaga pengajar di salah satu universitas luar negeri. "Katanya di Harvard, dan katanya pihak kampus terus menagih kapan dia bisa mengajar," tutur Dahlan saat melakukan konferensi pers di kantor BUMN, Senin, 18 Agustus 2014. Menurut Dahlan, Karen sebenarnya sudah mengajukan pengunduran diri sejak lama, tapi selalu ditolak. "Kalau yang sekarang, benar-benar tak bisa saya cegah." 

    JAYADI SUPRIADIN

    Berita Terpopuler
    Jokowi: PAN dan Demokrat Mulai Merapat  
    Jokowi: Nanti PKL Singapura Buka Lapak di Sini  
    Dokumen Kesimpulan Prabowo Tebalnya 5.000 Lembar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).