Utang Luar Negeri Indonesia Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas menghitung uang di gudang tempat penyimpanan uang Bank Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin 7 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang putra

    Sejumlah petugas menghitung uang di gudang tempat penyimpanan uang Bank Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin 7 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Utang luar negeri Indonesia terus melonjak. Data Bank Indonesia menunjukkan, pada akhir Juni 2014, posisi utang luar negeri mencapai US$ 284,9 miliar. Artinya, utang luar negeri sepanjang triwulan II 2014 naik US$ 8,6 miliar atau 3,1 persen dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar US$ 276,3 miliar. (Baca: Kinerja Perusahaan Tergerus Utang Luar Negeri)

    Naiknya posisi utang luar negeri disebabkan oleh meningkatnya kepemilikan surat utang yang diterbitkan oleh sektor swasta sebesar US$ 4,2 miliar, sektor publik US$ 1,2 miliar, dan pinjaman luar negeri sektor swasta US$ 1,6 miliar. Adapun posisi utang luar negeri terdiri dari utang sektor publik sebesar US$ 131,7 miliar (46,2 persen dari total utang luar negeri) dan utang sektor swasta sebesar US$ 153,2 miliar (53,8 persen). (Baca: BI: Kenaikan Utang Swasta Belum Mengkhawatirkan)

    Posisi utang pada kedua sektor tersebut masing-masing meningkat 0,9 persen dan 5,1 persen dibandingkan dengan posisi akhir triwulan I-2014 sebesar US$ 130,5 miliar dan US$ 145,7 miliar.
    Pada sektor swasta, posisi utang luar negeri pada akhir Juni 2014 berada pada sektor keuangan, industri pengolahan, dan pertambangan.

    Posisi utang untuk ketiga sektor tersebut adalah US$ 42,6 miliar untuk sektor keuangan, serta industri pengolahan sebesar US$ 30,9 miliar dan US$ 27,2 miliar. Bila dibandingkan dengan triwulan I-2014, posisi utang ketiga sektor tersebut masing-masing tumbuh 7,9 persen, 3,2 persen, dan 6,7 persen. Dengan perkembangan ini, rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto naik 32,33 persen pada triwulan I-2014 menjadi 33,86 persen pada Juni 2014.

    Naiknya utang luar negeri, menurut Bank Indonesia, harus diwaspadai. Meski demikian, perkembangan utang luar negeri hingga Juni 2014 dinilai masih cukup sehat untuk menopang ketahanan sektor eksternal. 

    PRIO HARI KRISTANTO

    Berita Terpopuler
    Jokowi: PAN dan Demokrat Mulai Merapat 
    Jokowi: Nanti PKL Singapura Buka Lapak di Sini 
    Dokumen Kesimpulan Prabowo Tebalnya 5.000 Lembar
    Bandel, Ahok Punya Cara Jebak Uber App/Uber.com
    Ahok 'Sentil' Pengusaha Situs Uber.com 
    Jokowi Banggakan Keberhasilannya Sulap Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.