Chairul Tanjung Bakal Rangkap 6 Jabatan Menteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chairul Tanjung. TEMPO/Subekti.

    Chairul Tanjung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan siap merangkap enam jabatan menteri pada awal Oktober 2014. Rangkap jabatan ini terjadi karena lima menteri di bawah koordinator Chairul Tanjung terpilih dan ditetapkan sebagai anggota DPR periode 2014-2019.

    "Karena hanya 20 hari akan ditangani menteri koordinator, dan presiden akan mengangkat menteri ad-intern," kata Chairul di Istana Merdeka, Senin, 18 Agustus 2014. (Baca: Jokowi Emoh Lanjutkan Program Swasembada Pangan SBY)

    Lima menteri yang lolos dalam pemilu legislatif lalu adalah Menteri Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Sjariefuddin Hasan; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik; Menteri Perhubungan Erenst Everst Mangindaan; Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan; dan Menteri Daerah Tertinggal Helmi Faishal Zaini.

    Chairul menyatakan pemerintahan tetap akan berjalan dalam masa transisi tersebut karena waktunya singkat. Para menteri juga tetap bekerja penuh hingga saat pengunduran diri dan pelantikan. (Baca: Jokowi Menang Pilpres, SBY: Belum Ada Presiden Terpilih)

    Chairul menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berkomunikasi calon presiden terpilih seusai pembacaan putusan sengketa hasil pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi. Pemerintahan SBY akan berakhir pada 20 Oktober saat presiden terpilih dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. (Baca: SBY, Orang Paling Tepat Bantu Transisi Jokowi)

    Selain lima menteri bidang ekonomi, ada dua menteri lainnya yang juga terpilih menjadi anggota parlemen. Mereka adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar serta Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Topik terhangat:
    ISIS Pemerasan TKI Sengketa Pilpres Pembatasan BBM Subsidi Hasil Pilpres 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Mundur dari Pertamina, Karen Pindah ke Harvard
    Pencitraan, Jokowi-JK Tak Berani Hapus Subsidi BBM  
    Mengapa ISIS Lebih Hebat dari Al-Qaeda?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.