Menteri Chatib: Uang NKRI Amanat Undang-undang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhamad Chatib Basri. Tempo/Aditia Noviansyah

    Muhamad Chatib Basri. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah resmi mengedarkan uang rupiah dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu berfrasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia" sejak kemarin, 17 Agustus 2014. Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan peluncuran uang itu merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

    "Di dalam undang-undang tersebut diamanatkan bahwa, pertanggal 17 Agustus 2014, secara resmi akan diedarkan rupiah NKRI sesuai dengan amanat undang-undang," ujar Chatib di gedung Bank Indonesia, Senin, 18 Agustus 2014. Ia menuturkan Undang-Undang Mata Uang memakan waktu serta proses yang cukup panjang dan lama. (Baca: Uang Baru NKRI, Analis Valas: Hanya Berubah Desain)

    Pembahasan undang-undang ini sudah dilakukan sejak 2006, saat Menteri Keuangan masih dijabat Sri Mulyani. Aturan itu resmi diundang-undangkan saat Agus Martowardojo menjabat Menteri Keuangan periode 2010-2013.

    Chatib mengatakan filosofi di balik pentingnya peluncuran uang NKRI ini adalah pecahan uang Rp 100 ribu yang diedarkan selama ini tidak terdapat frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia" di bagian depan dan belakang sisi mata uang. Selama ini, pada mata uang rupiah hanya terdapat frasa "Bank Indonesia".

    Keberadaan frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia", gambar garuda, frasa "Bank Indonesia", serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan, menurut Chatib, adalah simbol atau manifestasi pemerintah. Peluncuran uang ini juga merupakan momentum yang sangat baik bagi Indonesia untuk melaksanakan amanat undang-undang. "Ini momentum rupiah jadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Chatib.

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita Terpopuler
    Cara Kristiani Tangkal ISIS di Media Sosial 
    Jokowi: Subsidi RAPBN 2015 Terlalu Besar 
    Mundur dari Pertamina, Karen Pindah ke Harvard
    Mengapa Pidato Kemerdekaan Jokowi Peduli Veteran?
    Said Didu: Karen Mundur karena Tak Kuat Tekanan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.