Elpiji Batal Naik, Pembahasan Jalan Terus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 12 Kilogram. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

    Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 12 Kilogram. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga elpiji 12 kilogram dipastikan tak bakal naik dalam waktu dekat ini. Sebab, hingga sekarang, rencana PT Pertamina (Persero) ini tak kunjung mendapat izin pemerintah.

    Kendati demikian, Pertamina menyatakan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah. "Kami tetap berkonsultasi dengan pemerintah," kata Vice President Domestic Gas Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto kepada Tempo, Ahad, 17 Agustus 2014. (Baca: Harga Elpiji 12 Kg Naik, Chatib: Inflasi Tidak Besar)

    Menurut Gigih, dalam konsultasi dengan pemerintah tersebut, pihaknya selalu melampirkan data terbaru soal potensi dampak yang timbul akibat rencana kenaikan harga elpiji 12 kilogram. "Seperti survei Nielsen tentang daya beli pengguna elpiji 12 kilogram yang ternyata 70 persen-nya ada masyarakat kelas menengah atas," ujarnya.

    Termasuk hasil perhitungan Bank Indonesia mengenai andil kenaikan harga elpiji terhadap inflasi. "Hasilnya, kemarin yang disampaikan Pak Gubernur BI (Agus Martowardojo), dampak kenaikan harga sangat kecil terhadap target inflasi," ujarnya.

    Jumat lalu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kenaikan harga listrik, risiko El Nino, serta kenaikan harga elpiji sudah diperhitungkan saat menetapkan asumsi laju inflasi sepanjang 2014. Dengan perkiraan tersebut, inflasi pada 2014 masih bertahan pada kisaran 4,5 plus minus 1 persen. (Baca: Pertamina Klaim Tak Kurangi Pasokan Elpiji)

    Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengaku telah menerima pengajuan surat kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram dari PT Pertamina (Persero). "Ya, sudah saya terima, tapi kewenangan itu (kenaikan) di bawah Presiden," ujar Chairul di kantornya, Kamis, 7 Agustus 2014.

    Menurut Chairul, kebijakan kenaikan harga elpiji 12 kilogram sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah. Pertamina, ujar dia, mesti mengajukan terlebih dahulu sebelum diputuskan Presiden untuk diberlakukan kenaikan harga. "Belum ada waktu yang tepat (menaikkan), saya mesti konsultasi dulu ke presiden," ujarnya. (Baca: Harga Elpiji 12 Kg Naik, Gas Melon Bakal Diserbu)

    AYU PRIMA SANDI


    Terpopuler:
    Kubu Prabowo: Masih Cukup Waktu untuk Pemilu Lagi
    Tim Transisi: Gerak Jokowi Terkunci RAPBN 2015
    Kepala Polsek di Bima Tewas Ditembak
    Kementerian Dilebur, Ini Komentar Para Menteri
    Abu Bakar Ba'asyir Tak Dapat Remisi Kemerdekaan
    Mobil Baru Obral Diskon, Mobil Bekas Susah Laku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.