Kenaikan Gaji PNS, Polisi, dan TNI Dinilai Wajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menganggap rencana pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri sipil, polisi, dan Tentara Nasional Indonesia sebesar 6 persen sebagai keputusan yang masih wajar. Ia menilai besaran kenaikan gaji PNS, polisi, dan TNI ini memang diperlukan berkenaan dengan kompensasi biaya hidup mereka terkait dengan inflasi tahunan yang mungkin terjadi. (Baca: 2015, Gaji PNS, Polisi, dan TNI Naik 6 Persen)

    "Masih reasonable di 6 persen, enggak buruklah," ujar Destry ketika dihubungi, Sabtu, 16 Agustus 2014. Ia menuturkan besaran kenaikan gaji tersebut masih masuk akal dengan kemungkinan inflasi yang akan terjadi sebesar 5 persen pada tahun mendatang.

    Namun, menurut ia, besaran kenaikan gaji PNS, polisi, dan TNI ini ada baiknya jika diimbangi juga dengan peningkatan produktivitas pegawai. "Sejauh ini baik-baik saja, cuma mungkin produktivitas pegawai harus dipertimbangkan," kata Destry. (Baca: Gaji ke-13 SBY Rp 30 Juta)

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung berujar, sesuai dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015, pemerintah berencana meningkatkan gaji PNS, polisi, dan TNI sebesar 6 persen. "Gaji PNS, polisi, dan TNI mengikuti inflasi saja," tuturnya dalam konferensi pers di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2014.

    Menurut dia, jumlah kenaikan gaji PNS, polisi, dan TNI tersebut didasarkan pada inflasi yang diprediksi mencapai 4,4 persen. "Paling tidak, jika tahun depan inflasi ternyata mencapai 5 persen, maka masih ada selisih 1 persen dari kenaikan gaji mereka," kata Chairul. (Baca: Gaji ke-13 Cair Pekan Depan)

    Kebijakan menaikkan gaji PNS, polisi, dan TNI, ujar Chairul, bertujuan meringankan beban hidup mereka. Sebab, jika tidak ada kenaikan gaji dan tahun depan inflasi benar-benar mencapai 5 persen, pemasukan mereka akan tergerus biaya hidup yang semakin tinggi.

    MAYA NAWANGWULAN


    Terpopuler:
    Jokowi Mungkin Bikin 27 Kementerian
    Jadi Ahli untuk Prabowo, Jokowi Telepon Yusril
    Massa Prabowo Samakan KPU dengan PKI
    2015, Gaji PNS, Polisi, dan TNI Naik 6 Persen
    Marzuki Alie Pingsan di Sidang Pidato SBY




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.