BI Nilai Keringanan Pajak Pengaruhi Kondisi Moneter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menilai keringanan pajak oleh pemerintah memiliki pengaruh terhadap kondisi moneter di Indonesia. Artinya, itu menenangkan beberapa pihak (pengusaha) yang mulai khawatir (dengan kondisi saat ini), kata Gubernur BI Syahril Sabirin kepada wartawan usai shalat Jumat di Gedung BI Jakarta, Jumat (10/9). Menurut dia, berbagai kalangan, terutama pengusaha merasakan stimulasi fiskal ini sangat baik. Syahril berharap keringanan pajak tersebut juga dapat membantu masyarakat golongan bawah. Mudah-mudahan dampak negatif dari kenaikan harga (BBM, listrik dan telepon) bisa dikompensasikan dengan itu (keringanan pajak), ujar dia. Seperti diketahui pemerintah menyiapkan paket bantuan bagi dunia usaha berkaitan dengan kenaikan harga BBM, listrik dan telepon. Salah satunya kemungkinan berupa keringanan pajak. Menurut Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini MS. Sowandi, bantuan ini sebagai rangsangan agar biaya produksi industri bisa turun. Sementara itu, Syahril mengungkapkan aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga sedikit menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Secara psikologis pengaruh demo ini ada, hanya saja ia berharap tidak mempengaruhi secara langsung. Tapi kita usahakan tetap kembali stabil. Intervensi kalau perlu kita lakukan, tandas dia. (SS Kkurniawan-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.