Beredar, Daftar Nama Calon Menteri Energi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo didampingi Rini Soewandi (kiri) usai resmikan Kantor Transisi Jokowi-JK di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, 4 Agustus 2014. Kantor tersebut jadi tempat persiapan pemerintahan transisi dari SBY hingga pelantikan 20 Oktober, termasuk pembentukan kabinet dan APBN 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Joko Widodo didampingi Rini Soewandi (kiri) usai resmikan Kantor Transisi Jokowi-JK di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, 4 Agustus 2014. Kantor tersebut jadi tempat persiapan pemerintahan transisi dari SBY hingga pelantikan 20 Oktober, termasuk pembentukan kabinet dan APBN 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo mulai mempersiapkan susunan kabinet untuk pemerintahan lima tahun mendatang. Relawan Jokowi pun tak ketinggalan menyodorkan sejumlah nama calon menteri yang disusun dalam Kabinet Alternatif Usulan Rakyat. Beberapa hari belakangan ini, beredar sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.  (Baca:Band Slank Beri 48 Nama Menteri untuk Jokowi)

    Berikut adalah sejumlah rekam jejak nama-nama yang disebut-sebut sebagai calon Menteri Energi yang berhasil Tempo kumpulkan dari berbagai sumber:

    1. Arif Budimanta
    Nama ini dikenal sebagai legislator Komisi Kesejahteraan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia adalah pendiri Indonesian Center for Sustainable Development dan aktif menjadi pengajar di beberapa perguruan tinggi.

    2. Luluk Sumiarso
    Luluk Sumiarso adalah mantan Direktur Jenderal Energi Terbarukan Kementerian ESDM. Ia juga juga sempat menjabat staf ahli Menteri Energi Bidang Teknologi dan SDM. Prestasi yang sempat ia torehkan adalah menciptakan transparansi pengelolaan migas.

    3. Tumiran
    Tumiran adalah anggota Dewan Energi Nasional. Ia juga terlibat dalam tim penyusunan naskah akademis RUU Energi pada 2004-2005. Pada 2006, ia menjadi anggota Tim Investigasi Padam Listrik 18 Agustus 2006.

    4. Kuntoro Mangkusubroto
    Kuntoro Mangkusubroto sejak 2009 menjabat Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengendalian Pembangunan. Ia juga pernah menjabat Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan.

    5. Sofyan Djalil
    Sofyan Djalil dikenal sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika di kabinet yang sama.

    6. Erry Riyana Hardjapamekas
    Erry tercatat pernah menduduki jabatan Wakil Ketua KPK periode 2003-2008. Pada Maret 1984, ia menjabat Direktur Utama PT Timah Tbk.

    7. Raden Priyono
    Raden Priyono tercatat pernah menjabat Kepala BP Migas periode 2008-2013. Saat itu ia dikenal lantaran mewajibkan kontraktor migas menggunakan jasa bank domestik. Namun di bawah kepemimpinannya pula produksi minyak menurun dari satu juta bph ke 880 bph.

    8. Evita Legowo
    Evita Legowo pernah menjabat Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM. Ia juga menjabat komisaris PT Pertamina (Persero).

    Menanggapi beredarnya nama-nama calon itu, pengamat energi, Bambang Setiawan, menilai, rekam jejak mereka penting untuk disampaikan agar publik dapat menilai kualitas masing-masing kandidat. "Untuk menjadi seorang Menteri ESDM harus berintegritas tinggi, paham betul kondisi pertambangan di Indonesia, dan tangguh," ujarnya, Jumat 15 Agustus 2014. (Baca:Wiranto Sebut Kriteria Calon Menteri Jokowi-Kalla )

    Bambang mengingatkan Menteri ESDM mendatang harus berani membuat terobosan baru, termasuk berani menyinergikan kinerja di antara lembaga pemerintahan, termasuk lembaga legislatif. "Harus ada terobosan yang multisektor," katanya. (Baca:SBY Utus Bappenas untuk Komunikasi dengan Tim Transisi)

    DINI PRAMITA

    Terpopuler:
    Ketua Gerindra Laporkan Metro TV, Detik, dan Tempo
    Dahlan Iskan: Ignasius Jonan Cocok Jadi Dirut PLN
    Jokowi: Wajar Ada Beda Pendapat Soal Hendropriyono
    Rumah Novela Dirusak karena Apa?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.