SBY: Kelas Menengah Tumbuh Delapan Juta Tiap Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu sedang membeli pakaian untuk anaknya di Jakarta (27/9). Lebaran nanti anak-anak biasanya mengenakan pakaian baru. Foto: AFP/Sam Yeh

    Seorang ibu sedang membeli pakaian untuk anaknya di Jakarta (27/9). Lebaran nanti anak-anak biasanya mengenakan pakaian baru. Foto: AFP/Sam Yeh

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim kelas menengah di Indonesia terus tumbuh. Menurut dia, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia mencapai 8 juta orang per tahun.

    "Revolusi besar yang akan kami saksikan di abad 21 adalah revolusi transformatif dan kreatif yang dimotori oleh kelas menengah," ujarnya di gedung DPR, Jumat, 15 Agustus 2014.

    SBY meyakini kemajuan Indonesia bukan diukur dari jumlah konglomerat, namun jumlah penduduk kelas menengah. (Baca: Ini Solusi Atasi Efek Negatif Pasar Bebas ASEAN)

    Menurut SBY, jika jumlah penduduk kelas menengah terus meningkat, berarti ada penurunan kemiskinan. Sebab, kelas menengah merupakan golongan miskin yang berhasil mengubah nasibnya. "Buruh tani menjadi pemilik lahan, karyawan menjadi manajer, serta si miskin menjadi pengusaha," tutur SBY. (Baca juga: Chairul Tanjung: Tantangan Ekonomi Sangat Berat)

    Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, pertumbuhan ekonomi harus lebih berkualitas dan dapat memberikan kesejahteraan yang merata bagi rakyat Indonesia.

    Pemerintah, kata Chairul Tanjung harus mampu mengurangi angka kemiskinan. "Semoga gini ratio (ukuran pemerataan ekonomi) kemiskinan tidak membesar," tuturnya.

    GANGSAR PARIKESIT



    TERPOPULER

    Rumah Novela Dirusak karena Apa? 
    Ini Daftar Nama Ahli yang Didatangkan Kubu Prabowo 
    Ini Dampak Buruk Siswa Masuk Sekolah Terlalu Pagi
    Ferry Baldan Ingin Patahkan Gugatan Prabowo-Hatta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.