Pertumbuhan Ekonomi 2015 Ditargetkan 5,6 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan gedung-gedung bertingkat di kawasan Jakarta usai hujan (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pemandangan gedung-gedung bertingkat di kawasan Jakarta usai hujan (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 sebesar 5,6 persen. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan target pertumbuhan tersebut akan disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Nota Keuangan 2015 kepada Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen Senayan hari ini, Jumat, 15 Agustus 2014. "Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen sudah mempertimbangkan faktor global dan regional," kata Firmanzah saat dihubungi Tempo, Kamis, 14 Agustus 2014. (baca juga: Jokowi Harus Diizinkan Ikut Menyusun RAPBN 2015)

    Faktor global yang menjadi pertimbangan pemerintah adalah kemungkinan bank sentral Amerika Serikat menghentikan seluruh stimulus moneter. Menurut Firmanzah, jika stimulus moneter dihentikan, maka tingkat suku bunga Amerika juga akan mengalami perubahan. "Begitu pun Bank Indonesia harus menyesuaikan tingkat suku bunganya," katanya. (baca juga: SBY Batal Ajak Jokowi Lapor APBN 2015 di DPR)

    Namun, Firmanzah menegaskan target asumsi makro ekonomi dan program dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 yang diusulkan pemerintah saat ini hanya merupakan baseline untuk pemerintahan berikutnya. Presiden terpilih, kata dia, mempunyai ruang untuk mengubah target tersebut dalam anggaran perubahan. "Karena pemerintahan baru yang akan menjalankan APBN 2015. Kami hanya menyiapkan baseline untuk operasional pemerintah," katanya. (baca juga : Program Jokowi yang Harus Ada di RAPBN 2015

    Menurut Firmanzah, setelah adanya keputusan dari Mahkamah Konstitusi pada 22 Agustus mendatang terkait sengketa pemilihan presiden, pemerintah akan langsung berkomunikasi dengan presiden dan wakil presiden terpilih untuk membahas masa transisinya. "Pemerintah tentu akan menyampaikan apa saja program dalam masa transisi tersebut. Jadi, tak perlu khawatir program presiden dan wakil presiden terpilih tak masuk karena mereka mempunyai ruang untuk mengubahnya," kata Firmanzah.

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Berita Terpopuler:

    Adik Prabowo: Tidak Ada Rekonsiliasi dengan Jokowi
    Ahok Ingin Ping-ping Jokowi di Depan Istana
    Faktor Umur Jadi Sebab Kekalahan Timnas U-19
    Novela, Saksi Prabowo, Ngojek demi Biaya Sekolah
    Detik-detik Kematian Robin Williams


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.