Setahun, Sawah Banyuwangi Menyusut 4.000 Hektare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lahan pertanian padi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyusut 4.780 hektare. “Padahal Banyuwangi selama ini menjadi lumbung padi Jawa Timur,” kata Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Banyuwangi Mohammad Ruslan kepada wartawan, Kamis, 14 Agustus 2014. Ladang jagung juga menyempit 8.881 hektare.

    Lahan pertanian padi pada 2012 seluas 122.441 hektare. Setahun kemudian berkurang menjadi 117.661 hektare. Menyusutnya lahan pertanian ini menyebabkan jumlah produksi padi anjlok dari 798.831 ton menjadi 772.774 ton.

    Produksi jagung pun begitu. Bahkan penyempitan lahan jagung terjadi sejak 2011. Pada tahun itu, lahan pertanian jagung tercatat 29.728 hektare. Pada 2012, lahan jagung hanya seluas 22.032 hektare sehingga menyusut 7.696 hektare. Setahun berikutnya, lahan jagung kembali menyusut 1.185 hektare. Saat ini lahan jagung tinggal 20.847 hektare. Dampaknya, panen jagung juga melorot dari 189.373 ton pada 2011 menjadi 130.719 ton pada 2013.

    Menurut Ruslan, berkurangnya produksi padi dan jagung menyebabkan sumbangan pertanian terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) juga turun dari 44,45 persen pada tahun 2012 menjadi 43,47 persen pada tahun 2013. (Baca: Lahan Menyusut, Produksi Padi NTB Merosot)

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membenarkan terjadi penurunan luas area pertanian padi. Menurut dia, lahan padi berkurang karena petani beralih ke komoditas jeruk dan buah naga. Komoditas baru itu dianggap lebih menjanjikan. “Kami tidak bisa melarang petani beralih ke komoditas lain yang lebih menguntungkan,” kata Bupati.

    Alih fungsi lahan pertanian juga diperuntukkan bagi permukiman. Menurut dia, kebutuhan rumah sangat tinggi seiring pertambahan penduduk di daerahnya. Dalam setahun, kata dia, ada 24 ribu bayi yang dilahirkan. Namun saat ini pemerintah Banyuwangi telah memulai program rumah susun sewa. Tujuannya, rumah susun akan lebih menghemat pemakaian lahan.

    IKA NINGTYAS


    Terpopuler:
    Megawati Usir Media, Sekjen PDIP Beri Penjelasan 
    Adik Prabowo: Tidak Ada Rekonsiliasi dengan Jokowi 
    Tersengat Listrik, Ketua Komisi V Meninggal 
    Ahok Ingin Ping-ping Jokowi di Depan Istana 
    Faktor Umur Jadi Sebab Kekalahan Timnas U-19  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.