Aksi Beli Berlanjut, Pergerakan IHSG Positif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

    Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Meredanya ketegangan di Ukraina masih memberi sentimen positif yang mendorong pelaku pasar untuk mengakumulasi saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2014, ditutup menguat 19,15 poin (0,37 persen) ke level 5.132,39.

    Saham yang ditransaksikan sebanyak 6,2 miliar lembar dengan nilai Rp 5,4 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 427 miliar. Analis dari PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan sentimen positif dari regional masih menjadi penggerak indeks. Meredanya tensi politik di Ukraina membuat pasar bergairah, sehingga IHSG berhasil melanjutkan rebound walaupun terbatas. (Baca: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Pekan Ini)

    Di sisi lain, kenaikan cadangan devisa menjadi US$ 110 miliar menambah sentimen positif bagi indeks. Kenaikan cadangan devisa memicu penguatan pada nilai tukar rupiah sehingga bertengger di kisaran 11.600 per dolar. Pelaku pasar diperkirakan semakin terdorong untuk membeli aset berdenominasi rupiah. (Baca: Roadshow 4 Bulan, BEI Jaring 4.800 Investor)

    Menurut Satrio, saham-saham perbankan yang telah menembus resistance pada perdagangan awal pekan lalu kembali menjadi penggerak indeks. Selain itu, investor memburu saham-saham infrastruktur dan konstruksi seiring dengan ekspektasi positif terhadap pemerintahan baru. Sebaliknya, saham komoditas masih rawan aksi ambil untung.

    Secara teknis, tren jangka pendek IHSG masih berada pada fase flat-naik. Dukungan untuk jangka panjang masih berada di level 4.850-5.000. Penembusan resistan berikutnya di atas 5.200 bisa memicu tren bullish jangka panjang. (Baca juga: Hasil Investasi Reksa Dana Saham).

    Tidak adanya sinyal negatif dari regional dan berlanjutnya aksi beli investor asing diperkirakan mampu menjaga tren positif IHSG. Namun dalam tren indeks yang flat-naik disarankan untuk melakukan moda jual-beli jangka pendek: beli pada harga bawah dan jual ketika harga tinggi.

    M. AZHAR

    Berita Terpopuler
    Gabung ISIS, Teroris Bom Bali Ini Tewas
    Mengapa Pendukung Prabowo Berani Mengancam?
    Robin Williams Alami Depresi, Diduga Bunuh Diri
    Lima Peran Robin Williams yang Tak Terlupakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?