Menkeu: Subsidi BBM Turun, Defisit APBN 2015 Terpangkas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 berada di bawah angka 2,5 persen. Ia mengatakan besaran defisit anggaran ini akan tergantung pada kebijakan yang diambil oleh pemerintahan baru, terutama terkait dengan subsidi bahan bakar minyak. (Baca juga: Tim Jokowi Bantah Batal Diundang Bahas APBN)

    "Saya hanya bisa mengasumsikan bahwa pemerintah baru dengan base line. Kalau base line itu pada range 1,7-2,5 persen," kata Chatib setelah pejabat eselon II Kementerian Keuangan di kantornya, Jakarta Selasa, 12 Agustus 2014. (Baca juga: APBN Baru Terealisasi 24 Persen)

    Ia mengatakan kebijakan yang dipilih pemerintah baru, terutama ihwal BBM bersubsidi, akan mempengaruhi jumlah defisit APBN 2015. "Tapi bila pemerintah baru mengambil kebijakan dengan menurunkan subsidi BBM, defisitnya bisa di bawah 1,7 persen. Bahkan bisa di bawah 1,5 persen," katanya.

    Tahun ini, pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2014 akan berada pada angka 2,6 persen. Chatib mengatakan, dengan kembali berjalannya ekspor mineral Indonesia, defisit APBN diprediksi bisa jauh lebih kecil menjadi 2,4 persen.

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita Terpopuler

    Suami-Istri Jatuh ke Jurang Saat Berfoto Selfie 
    Gabung ISIS, Teroris Bom Bali Ini Tewas
    Michael Jackson Manusia Paling Jorok di Hollywood
    Aktor Robin Williams Ditemukan Tewas 
    Lima Peran Robin Williams yang Tak Terlupakan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.