Cara MNC Sky Vision Lunasi Utangnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki-Ka: CEO Grup MNC Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MNC Sky Vision Tbk, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, Dirut Bursa Efek Indonesia Ito Warsito berbincang dalam acara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ki-Ka: CEO Grup MNC Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MNC Sky Vision Tbk, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, Dirut Bursa Efek Indonesia Ito Warsito berbincang dalam acara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Media Nusantara Citra Sky Vision Tbk Rudy Tanoesoedibjo memastikan perusahaannya tidak akan melakukan aksi korporasi untuk membayar utang perusahaan. Menurut dia, perusahaannya akan mengembalikan utang melalui internal kas.

    Menurut dia, pembayaran utang melalui internal kas diperoleh dari efisiensi biaya operasional. "Dari sana (efisiensi biaya operasional), kami bisa menghemat sampai Rp 5 miliar per bulan," ujarnya di The Kasablanka, Jalan Casablanca Raya Kav 88, Jakarta Selatan, Senin, 11 Agustus 2014.

    MNC Sky Vision mencatat kerugian sebesar Rp 14 miliar pada enam bulan pertama 2014. Sedangkan pada enam bulan pertama tahun lalu, MNC Sky Vision meraih laba bersih sebesar Rp 31 miliar. Menurunnya laba bersih itu salah satunya diakibatkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

    Menurunnya biaya operasional, kata Rudy, disebabkan oleh adanya penghematan untuk membeli peralatan seperti decorder. "Ada penurunan biaya sekitar US$ 18 per unit," tutur adik Harry Tanoesoedibjo itu.

    Menurut Rudy, untuk membayar utang itu, MNC Sky Vision akan mengoptimalkan pertumbuhan pelanggan dan meminimalkan pelanggan yang berhenti berlangganan. "Kami masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai 400 ribu pelanggan," tutur Rudy.

    Selain itu, Rudy telah meningkatkan tarif berlangganan sejak April dan dirinya mengklaim ada dampak positif yang dirasakan sejak Juli.

    GANGSAR PARIKESIT


    Topik terhangat:


    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Prabowo Disebut Terasing dari Pemilihnya
    Rini Soemarno Bicara soal Hubungan dengan Megawati
    Khotbah Jumat Pro-ISIS, Turunkan Khatib dari Mimbar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.