Dahlan Iskan Dukung Tambahan Gas Arun-Belawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang gas PT Arun LNG di Lhokseumawe, Aceh. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kilang gas PT Arun LNG di Lhokseumawe, Aceh. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendukung segera selesainya pembangunan pipa gas dari Arun ke Belawan, Medan. Sebab, gas dari jalur tersebut diharapkan bisa segera diserap oleh pembangkit milik PT Perusahaan Listrik Negara dan industri di sana. "Pipa Arun-Belawan akan selesai Oktober, itu proyek yang dulu dianggap mustahil bisa dilaksanakan kini sudah terlaksana," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Senin, 11 Agustus 2014.

    Menurut Dahlan, kelangsungan aktivitas penyaluran gas dari pipa tersebut tinggal menunggu adanya kepastian tambahan pasokan gas. "Ini tinggal menunggu persetujuan Menteri ESDM mengalirkan gas dari ExxonMobil ke sana," katanya. (Baca juga: Proyek Gas Arun-Belawan Molor, Sumut Terpuruk)

    Tambahan pasokan gas tersebut merupakan sisa produksi dari Blok North Sumatera Offshore (NSO) yang tidak bisa diolah menjadi LNG karena terlalu kecil. Volume gas ini diperkirakan mencapai 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dahlan memperkirakan persetujuan pengaliran gas tersebut akan rampung dalam satu hingga dua pekan ini. (Baca juga: Pipanisasi Arun-Belawan Butuh Dana US$ 500 juta)

    Direktur Utama PLN Nur Pamudji memastikan PLN siap menyerap penyaluran gas dari Arun-Belawan pada saat beroperasi nanti. "Menurut Pertamina mulai awal November nanti," ujarnya di Kementerian BUMN. Namun kedua pihak hingga saat ini belum menentukan harga jual gas untuk pembangkit.

    Nur mengatakan kapasitas terpasang Pembangkit PLN di Belawan mencapai 100 MMSCFD. Pembangkit gas turbin di Belawan terdiri dari empat unit pembangkit berkapasitas 130 MW, dua unit pembangkit 60 MW, dan satu unit pembangkit 80 MW.

    Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Hendra Jaya mengungkapkan pembangunan pipa Arun-Belawan telah mencapai 90 persen dan diperkirakan selesai pada Oktober tahun ini.

    Hendra mengungkapkan rencananya pipa itu akan dipasok oleh 3 perusahaan yakni ExxonMobil Indonesia, PT Medco Energi Internasional Tbk, dan Eni Indonesia Ltd. Ketiganya diharapkan bisa mengisi pipa gas tersebut yang memiliki kapasitas 200 MMSCFD.

    AYU PRIMA SANDI

    Baca juga:
    Pembalap Denny Triyugo Tewas di Sirkuit Sentul
    Khotbah Jumat Pro-ISIS, Turunkan Khatib dari Mimbar
    Rini Soemarno Bicara soal Hubungan dengan Megawati
    Mari Nikmati Supermoon Malam Ini sampai Dinihari
    Lima Pemain MU Ditendang, Kagawa Aman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.