Masih Banyak Pengendara Kecele di SPBU Rest Area

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengumuman di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bertuliskan

    Pengumuman di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bertuliskan "mohon maaf SPBU ini tidak menjual premium bersubsidi" di rest area kilometer 13,3 tol Tangerang-Merak, Banten, Sabtu 9 Agustus 2014. Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengaku kebijakan pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang berjalan beberapa hari memberikan dampak baik, di mana mampu meningkatkan konsumsi BBM non subsidi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan pelarangan penjualan bahan bakar jenis Premium di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di rest area jalur jalan tol yang mulai berlaku tiga hari lalu belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Beberapa pengendara terlihat putar balik saat mengetahui adanya pengumuman tersebut di SPBU.

    Di SPBU rest area jalur Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 13,5, misalnya, beberapa pengendara sebelum masuk ke tempat pengisian BBM umumnya berjalan pelan sambil membaca pengumuman. Begitu tahu Premium tak di jual, mereka bergegas pergi. "Saya tak jadi beli, ternyata tak jual Premium, baru tahu," ujar Daniel Syamsudin, pengendara, saat ditemui pada Sabtu, 9 Agustus 2014. Menurut dia, kebijakan pemerintah cukup memberatkan masyarakat. "Kalau begini, saya ngisinya di luar jalan tol saja."

    Hampir sama dengan Daniel, Jerfry, pengendara lain, mengaku terpaksa membeli Pertamax. Alasannya, bahan bakar mobilnya tak mencukupi hingga tempat tujuan. "Cuma ngisi Rp 50 ribu, asalkan sampai tujuan," tuturnya. Penolakan tak hanya disampaikan secara lisan. Di salah satu SPBU rest area juga terdapat spanduk penolakan. "Tak semua pengguna semua jalan tol orang kaya. Mereka juga butuh subsidi," bunyi tulis di spanduk tersebut.

    Walaupun banyak yang tak setuju, ada juga pengendara yang mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Ida, misalnya, mengaku tak terlalu mempermasalahkan pelarangan Premium di SPBU rest area. Ida sendiri mengaku pengguna Pertamax sejak lama. Selain demi perbaikan anggaran pemerintah, penggunaan Pertamax diakuinya lebih bagus bagi kondisi kendaraan.

    Mulai 6 Agustus 2014, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas melarang SPBU rest area menjual bahan bakar minyak bersubsidi. Aturan ini, menurut Andi, untuk menekan volume penggunaan BBM bersubsidi yang terus membengkak.

    FAIZ NASHRILLAH

    Topik terhangat:

    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Ketua Gerindra Jakarta Ancam Culik Ketua KPU
    SBY Buka Suara Soal Pencopotan KSAD Budiman 
    Saksi Prabowo Bikin Hakim MK Geleng Kepala


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.