Industri Makanan dan Minuman Masih Favorit Investor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian, MS. Hidayat. TEMPO/Seto Wardhana

    Menteri Perindustrian, MS. Hidayat. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Mohammad Suleman Hidayat mengatakan industri makanan dan minuman masih menjadi sektor investasi terfavorit. Investor menilai sektor ini paling cepat mengembalikan modal mereka. "Pada triwulan ini saja industri makanan dan minuman tumbuh paling tinggi, yaitu 9,62 persen," kata Hidayat, di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2014.

    Pada triwulan II 2014, realisasi investasi industri makanan dan minuman mencapai Rp 32,42 triliun. Jumlah ini terdiri atas penanaman modal asing Rp 22,66 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp 9,76 triliun. Sedangkan pada triwulan I 2014, realisasi investasi industri makanan dan minuman adalah Rp 14,17 triliun.

    Kementerian Perindustrian mencatat selama triwulan II tahun 2014 industri pengolahan non-migas tumbuh 5,49 persen. Angka ini melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen.

    Adapun industri yang menyumbang pertumbuhan tertinggi, antara lain industri makanan dan minuman sebesar 9,62 persen, industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar 6,35 persen, serta industri alat angkut dan mesin sebesar 4,52 persen.

    INDRI MAULIDAR

    Terpopuler:
    Kabar Pembakaran Rumah Saksi Prabowo Tak Terbukti
    Massa Prabowo Bentrok dengan Polisi di KPU Jatim
    Hakim Wahiduddin Koreksi Gugatan Prabowo-Hatta
    Migrant Care Laporkan Enam Anggota DPR Pemilik PJTKI
    Dipukul, Massa Pro-Prabowo Ancam Tuntut Kepolisian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.