Lebaran, Pendapatan PT KAI Naik 16 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik yang menggunakan kereta api tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 3 Agustus 2014. Puncak arus balik mudik menggunakan kereta api diprediksi akan terjadi pada hari ini, Minggu, 3 Agustus, 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pemudik yang menggunakan kereta api tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 3 Agustus 2014. Puncak arus balik mudik menggunakan kereta api diprediksi akan terjadi pada hari ini, Minggu, 3 Agustus, 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Semarang - Selama melayani angkutan Lebaran tahun ini, pendapatan PT Kereta Api Indonesia naik hingga 16 persen dibandingkan dengan pendapatan selama Lebaran tahun lalu. Sedangkan volume penumpang naik hingga 19 persen.

    "Hingga Minggu kemarin, nilai pemasukannya sudah Rp 257,7 miliar," kata Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan saat melakukan kunjungan kerja di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Senin, 4 Agustus 2014.

    Menurut Jonan, penumpang angkutan Lebaran tahun ini diangkut dengan 34 kereta tambahan. Rata-rata kapasitas kereta dalam satu hari sekitar 225 ribu kursi, sedangkan tahun lalu sebanyak 170 ribu kursi. "Kalau weekend 160 ribu penumpang, kalau hari biasa 130-140 ribu penumpang," katanya. (Baca: Kecelakaan Mudik Tinggi, Kereta Akan Ditambah)

    Menurut catatan KAI, penumpang kereta sampai Ahad, 3 Agustus 2014, pukul 24.00 WIB sudah mencapai 3,97 juta orang. PT KAI sendiri telah memperpanjang layanan angkutan Lebaran hingga 10 Agustus, dari semula hanya sampai 5 Agustus 2014.

    Perpanjangan layanan diberikan karena pada 1 Agustus keberangkatan penumpang dari Stasiun Senen, Jakarta, ke arah timur masih 21 ribu orang. Adapun pada 2 Agustus, masih ada 19 ribu penumpang yang berangkat ke arah timur. "Masih banyak pemudik yang mengalah tak ikut Idul Fitri di kampung. Mereka baru mudik usai Lebaran sehingga diperkirakan balik ke Jakarta pada 10 Agustus," kata Jonan. (Baca: Lebaran, Perjalanan Wisata Meningkat 75-80 Persen)

    EDI FAISOL

    Terpopuler
    ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus, Ini Alasannya
    Sekjen PBB Frustasi Hadapi Israel-Hamas
    Pendukung ISIS Menyebar di Negara ASEAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.