BPS: Inflasi Juli 0,93 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Suryamin saat pemaparan data Statistik di Gedung Badan Pusat Statistik, Jakarta, Senin (2/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Suryamin saat pemaparan data Statistik di Gedung Badan Pusat Statistik, Jakarta, Senin (2/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik merilis inflasi Juli 2014 sebesar 0,93 persen. Inflasi pada bulan ini, menurut Kepala BPS Suryamin, cukup rendah dan terkendali. "Karena ada puasa dan Lebaran, tapi bisa di bawah 1 persen," kata Suryamin di kantornya, Senin, 4 Agustus 2014.

    Suryamin mengatakan rendahnya inflasi ini merupakan keberhasilan program pengendalian pemerintah. Pengendalian harga, kata dia, sudah dilakukan jauh hari sebelum bulan Ramadan dimulai. "Sejak dua-tiga pekan sudah dilihat, di mana ada gejolak langsung ditanggulangi," kata Suryamin.

    Untuk angka inflasi tahun kalender Juli 2014, BPS merilis besarnya 2,94 persen. Angka ini, kata Suryamin, jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 6,75 persen dan tahun 2012 sebesar 2,5 persen. (Lihat pula: CT Yakin Naiknya Harga BBM Tak Ganggu Inflasi).

    Andil yang paling besar dalam inflasi bulan ini berasal dari bahan makanan, yaitu sebesar 0,38 persen. Di bawah bahan makanan ada pengeluaran untuk perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang memiliki andil 0,11 persen. Selain itu, ada sandang sebesar 0,05 persen dan transportasi 0,17 persen yang ikut memberi andil pada inflasi bulan ini.

    "Kan, dekat Lebaran masyarakat belanja baju baru dan mudik," kata Suryamin. Namun, karena andilnya masih di bawah 1 persen, ia melanjutkan, artinya masih sangat terkendali. (Baca juga: Pembatasan Solar dan Premium Kerek Laju Inflasi

    TRI ARTINING PUTRI

    Terpopuler
    Komedian Mamiek Meninggal
    Bagaimana ISIS Masuk Indonesia?
    NasDem Sepakat Jabatan Menteri Bukan Petinggi Partai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.