Besok 26 SPBU di Jakarta Pusat Hapus Solar Bersubsidi

Petugas memberi isyarat kepada pengendara saat BBM jenis premium dan solar habis di SPBU Sultan Agung, Tegal, Jateng, 20 Juli 2014. Pasokan dari Pertamina terhambat akibat jalur Selatan macet panjang dan jalur pantura terputus yang disebabkan jembatan Comal ambles. ANTARA/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melarang penjualan solar bersubsidi di wilayah Jakarta Pusat mulai 1 Agustus 2014. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mencatat ada 26 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah itu yang hanya boleh menjual solar nonsubsidi. (Baca juga: Besok, Solar Subsidi Tak Dijual di Jakarta Pusat)

Ketua DPD Hiswana Migas wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Juan Tarigan, mengatakan saat ini baru 16 SPBU yang siap dengan tangki timbun untuk Pertamina Dex, solar nonsubsidi dari Pertamina. "Sudah ada 16 SPBU yang siap punya Pertamina Dex curah, yang 10 SPBU karena tangkinya masih dibersihkan, maka disiapkan Pertamina Dex dalam kemasan," kata Juan, Kamis, 31 Juli 2014.

Juan mengatakan SPBU di wilayah Jakarta Pusat menjual rata-rata 5.000 liter solar bersubsidi setiap hari. Dengan langkah ini, konsumsi solar bersubsidi di Jakarta Pusat akan berkurang sekitar 130.000 liter per hari. 

Namun, Juan mengatakan volume bahan bakar minyak bersubsidi yang dihemat belum tentu sebanyak volume penjualan yang dipangkas dari Jakarta Pusat. "Bisa ada efek gelembung. Omzet akan merembes ke daerah perbatasan. Di Jakarta Pusat ditekan, merembes ke Jakarta Selatan. Ini karena disparitas harga masih tinggi," kata Juan. 

Juan mengatakan saat ini harga solar nonsubsidi berkisar Rp 13.000 per liter, sementara harga solar bersubsidi Rp 5.500 per liter. Pemerintah akan membatasi penjualan solar bersubsidi dan Premium untuk menjaga agar kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 sebesar 46 juta kiloliter tidak terlampaui. 

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan kuota solar bersubsidi akan habis pada pekan ketiga November jika tak ada penghematan. (Baca juga: Solar Bersubsidi Dibatasi di Luar Jawa)

BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE


Terpopuler


 






MTI: Insentif Kendaraan Listrik Sebaiknya Diberikan di Wilayah yang Sulit Akses BBM

8 hari lalu

MTI: Insentif Kendaraan Listrik Sebaiknya Diberikan di Wilayah yang Sulit Akses BBM

Ketua Bidang Advokasi MTI Djoko Setijowarno menanggapi soal rencana pemerintah memberikan insentif pembelian kendaraan listrik.


BPH Migas Tetapkan Kuota BBM 2023: 32,56 Juta KL Pertalite dan 17 Juta KL Solar

24 hari lalu

BPH Migas Tetapkan Kuota BBM 2023: 32,56 Juta KL Pertalite dan 17 Juta KL Solar

Pemerintah melalui BPH Migas telah menetapkan kuota BBM untuk tahun 2023.


Penyelewengan BBM 2022 1,4 Juta Liter. BPH Migas: Kerugian Negara Rp 17 Miliar Lebih

29 hari lalu

Penyelewengan BBM 2022 1,4 Juta Liter. BPH Migas: Kerugian Negara Rp 17 Miliar Lebih

Kerugian negara akibat penyalahgunaan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1,4 juta liter sepanjang tahun 2022 diperkirakan lebih dari Rp 17 miliar.


BPH Migas Beberkan Ragam Modus Penyalahgunaan BBM hingga 1,4 Juta Liter

29 hari lalu

BPH Migas Beberkan Ragam Modus Penyalahgunaan BBM hingga 1,4 Juta Liter

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan penyalahgunaan BBM hingga 1,4 juta liter pada 2022 dilakukan dengan berbagai modus


Penyalahgunaan BBM Selama 2022 1,4 Juta Liter, BPH Migas: Dominan Solar

29 hari lalu

Penyalahgunaan BBM Selama 2022 1,4 Juta Liter, BPH Migas: Dominan Solar

BPH Migas bersama Polri mengungkap penyalahgunaan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1,4 juta liter sepanjang tahun 2022.


Tanggapi Wacana Kemenhub Bedakan Tarif KRL, Ketua YLKI: Ide Absurd

34 hari lalu

Tanggapi Wacana Kemenhub Bedakan Tarif KRL, Ketua YLKI: Ide Absurd

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai wacana pembedaan tarif KRL sebagai ide absurd.


Insentif Mobil Listrik Rp 80 Juta, Ekonom: Belum Urgent, Sebaiknya untuk Konversi

36 hari lalu

Insentif Mobil Listrik Rp 80 Juta, Ekonom: Belum Urgent, Sebaiknya untuk Konversi

Direktur Celios, Bhima Yudhistira, menilai rencana memberikan insentif untuk pembelian mobil listrik belum mendesak.


Natal dan Tahun Baru, Permintaan BBM Diprediksi Naik: Avtur Sampai 50 Persen

44 hari lalu

Natal dan Tahun Baru, Permintaan BBM Diprediksi Naik: Avtur Sampai 50 Persen

Kepala BPH Migas memprediksi akan ada peningkatan permintaan bahan bakar minyak atau BBM selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini.


Subsidi Mobil Listrik Rp 80 Juta Dinilai Mencoreng Keadilan, Begini Bantahan Kemenkeu

48 hari lalu

Subsidi Mobil Listrik Rp 80 Juta Dinilai Mencoreng Keadilan, Begini Bantahan Kemenkeu

Kemenkeu merespons anggapan soal rencana pemberian subsidi mobil listrik dan motor listrik sebagai kebijakan yang mencoreng rasa keadilan.


Menperin Sebut Subsidi Mobil Listrik Rp 80 Juta, Sri Mulyani: Kita Akan Hitung

48 hari lalu

Menperin Sebut Subsidi Mobil Listrik Rp 80 Juta, Sri Mulyani: Kita Akan Hitung

Sri Mulyani memastikan struktur insentif untuk pembelian mobil listrik dan sepeda motor listrik bakal dibahas bersama DPR sebelumnya.