H-1 Lebaran, Harga Daging Melambung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari jelang Lebaran tanggal 28-29 Juli mendatang, harga daging sapi di pasar menembus angka Rp 120 ribu. Sebelumnya, harga daging sapi per kilonya baru mencapai angka Rp 105 ribu.

    "Sekarang naik jadi Rp 120 ribu sekilonya, tapi perkiraan itu sudah maksimal sampai Lebaran," kata Haji Basri, salah seorang pedagang daging di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Ahad, 27 Juli 2014.

    Tak hanya Haji Basri, pedagang daging lain pun serempak mengatakan bahwa beberapa hari menjelang Lebaran, harga daging terus meningkat dari Rp 95 ribu hingga menembus Rp 120 ribu.

    Menurut Haji Basri, masyarakat sudah mulai berburu daging sejak seminggu yang lalu karena khawatir harga akan terus naik.

    Sementara untuk daging sop, harga per kilogramnya mencapai angka Rp 85 ribu. Untuk daging tetelan, harga per kilogramnya naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 50 ribu.

    Basri mengatakan bahwa kenaikan harga daging kali ini tak disebabkan karena pasokan sapi sedikit dan permintaan yang banyak.

    "Pasokan itu di pasaran banjir, tapi dari rumah potongnya yang naikin harga, kita sebagai pedagang dan pembeli yang dirugikan," ujar pria yang sudah berdagang semenjak tahun 1997 itu.

    Menurutnya, pihak rumah potong selalu melakukan survei ke lapangan dekat-dekat Lebaran. Ketika jumlah pembeli dinilai naik, mereka akan menaikkan juga harga daging agar mendapatkan lebih banyak keuntungan.

    Tak hanya itu saja, Basri mengeluhkan bahwa kenaikan tersebut sebenarnya membuatnya dilema. Pertama jika ia tak menaikkan harga, maka modal tak akan tertutupi. Namun, ketika ia menaikkan harga daging, para konsumennya akan mengeluhkan kenaikan daging. Apalagi setelah adanya operasi daging murah oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada tanggal 24-26 Juni lalu di sejumlah pasar termasuk Pasar Palmerah. Basri mengaku sempat kecele karena operasi tersebut.

    "Ya wong daging sapi kita (pedagang pasar) beli mahal-mahal, eh Jokowi tiba-tiba kasih yang murah, ketar-ketir lah kita," katanya sambil tertawa.

    Ia menuturkan juga, operasi daging selama tiga hari tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang rela antre dari pagi bahkan sebelum pasar mulai jam 8 pagi.

    Menurutnya, langkah yang diambil Jokowi ini tepat, karena selain menekan harga supaya tidak terus melonjak, juga membuat masyarakat dapat menikmati masakan daging untuk hidangan Lebaran. Namun, saat ditanya mengenai berapa untung bersih yang ia dapat, bapak berusia 58 tahun ini menolak menyebutkan angka.

    "Ya pokoknya banyak lah ya. Lebaran kan orang-orang pada mau makan daging semua sama keluarga. Nggak dapat yang majal yang murah ya nggak apa-apa, yang penting daging," ujarnya menutup wawancara.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.