Jokowi Terpilih Jadi Presiden, IHSG Alami Euforia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum Jokowi datang, indeks memang sudah menguat. IHSG masih menguat 0,44 persen ke level 4.786,83 pada akhir sesi I. Dan pada saaat penutupan perdagangan, rebound signifikan sebanyak 50,85 poin atau 1,07 persen ke level 4.816,58. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sebelum Jokowi datang, indeks memang sudah menguat. IHSG masih menguat 0,44 persen ke level 4.786,83 pada akhir sesi I. Dan pada saaat penutupan perdagangan, rebound signifikan sebanyak 50,85 poin atau 1,07 persen ke level 4.816,58. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan hari ini sempat diwarnai kenaikan signifikan. IHSG sempat naik ke level 5.138, tetapi pada sesi pertama hari ini ditutup pada posisi 5.107. Menurut analis PT Pemeringkat Efek Indonesia, Achmad Kurniawan Sudjatmiko, kenaikan tersebut dipicu oleh adanya euforia setelah Jokowi terpilih sebagai presiden baru Indonesia. “Kemudian IHSG merosot karena ada aksi ambil untung,” ujarnya ketika dihubungi, Rabu, 23 Juli 2014.

    Menurut Achmad, IHSG kemarin anjlok karena Prabowo menyatakan tidak menerima apa pun hasil pemilu yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum, sehingga menimbulkan ketidakpastian. Walhasil, IHSG turun sampai 2 persen. Achmad khawatir ketidakpastian tersebut akan berlangsung lama. (Baca juga: Putusan KPU Sahih, Rupiah dan Saham Bakal Stabil)

    Achmad mengatakan pernyataan pakar hukum bahwa penolakan Prabowo tidak akan mengubah legalitas kemenangan Joko Widodo sebagai presiden membuat IHSG dalam posisi hijau. Meski Prabowo akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi, menurut dia, pasar tidak akan terpengaruh.

    Dia berpendapat, KPU sudah bekerja dengan baik dan transparan. Pasar sudah meramalkan bahwa putusan MK tidak akan mengubah hasil pemilu. “Menurut saya, bukti-bukti yang akan diajukan ke MK kurang kuat. Semoga saja tidak ada efek yang membuat pasar bergejolak,” ujarnya. (Lihat juga: Hasil Pemilu Sesuai Harapan, IHSG Langsung Rebound)

    Fluktuasi IHSG, menurut dia, lebih disebabkan oleh beberapa harga saham sudah mencapai harga yang relatif mahal, sehingga terdapat titik jenuh dan membuat para pemain pasar modal cukup berhati-hati. Dia memprediksi hari ini IHSG akan ditutup pada level 5.100 -5.125.

    HERMAWAN SETYANTO

    Terpopuler :
    Indeks Saham Anjlok karena Pernyataan Prabowo 
    Rupiah Keok Terpukul Efek Prabowo 
    Euforia Bursa Saham Akan Sambut Kemenangan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H