Dua Pekan Puasa, Harga Sembako Diklaim Stabil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Amston Probel

    TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengklaim harga sejumlah bahan pokok selama dua pekan pertama Ramadan tahun ini stabil tanpa lonjakan berarti. "Harganya stabil, artinya tidak naik dan tidak turun. Kalaupun naik, kurang dari 1 persen," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa, 15 Juli 2014.

    Menurut Lutfi, berdasarkan pengamatan yang dilakukan lembaganya dalam dua pekan terakhir, harga beberapa bahan pokok justru mencatatkan penurunan. Namun tidak sedikit pula komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan meskipun tipis. (Baca: Siap-siap Harga Sembako Naik H-10 Lebaran)

    Lutfi menyebutkan beberapa daftar penurunan sejumlah harga, seperti gula rata-rata turun 0,04 persen, minyak goreng turun 0,07 persen, terigu turun 0,03 persen, dan kedelai impor turun 0,7 persen. Sementara itu, daging sapi turun 0,13 persen, daging ayam turun 2,5 persen, telur ayam turun 0,12 persen, cabai merah turun 2,5 persen, cabai merah besar turun 0,4 persen, bawang merah turun 0,85 persen, dan bawang putih turun 1,32 persen. (Baca: Menteri Lutfi Minta Sapi Indukan Bebas Bea Masuk)

    Sebaliknya, beberapa komoditas yang terpantau mengalami kenaikan harga adalah beras yang naik 0,09 persen, kedelai lokal naik 0,86 persen, dan cabai rawit naik 0,42 persen. "Kalau naik kurang dari 1 persen, cabai sama beras tidak sampai setengah persen, beras naiknya 0,09 persen, tidak ada kenaikan sama sekali, stabil," tuturnya. 

    JAYADI SUPRIADIN

    Terpopuler:
    Mubarok Beberkan 'Bom' Uang di Kongres Demokrat 
    Deddy Mizwar Diberi Dua Pilihan jika Main Sinetron 
    Hasil Pemilu Menurun, Ical Didesak Gelar Munas 
    Samsung Setop Bisnis dengan Pemasok Cina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara