Pro-Prabowo, Saham MNC dan Viva Group Rontok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham perusahaan media yang condong ke kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pagi ini berguguran. Situasi itu berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan yang justru menghijau akibat euforia pemilihan umum presiden kemarin.

    Analis dari PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan penurunan dicatat oleh MNC Group, milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo; dan Viva Group, anak usaha Bakrie Group yang terafilasi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Harga saham Viva Group dan MNC Group pagi ini mengalami penurunan 4-5 persen. (Baca: Sehari Menjelang Pilpres, IHSG Bakal Menguat)

    "Kondisi ini dipengaruhi oleh hasil hitung cepat oleh mayoritas lembaga survei yang menyebutkan salah satu calon presiden unggul dengan selisih 5 persen," tutur Satrio saat dihubungi, Kamis, 10 Juli 2014. "Ini berpengaruh, bahkan tadi pagi saham MNC turun sampai 6 persen."

    Tercatat harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pada Kamis siang ini turun 3,36 persen atau 100 poin menjadi Rp 2.630 per saham. Pada penutupan perdagangan Selasa lalu, harga saham tersebut berada di level Rp 2.730 per saham. Media Nusantara Citra adalah perusahaan yang membawahkan stasiun televisi RCTI, MNCTV, Global TV, Harian Seputar Indonesia, dan portal berita Okezone.com. (Baca: Jokowi Menang, Indeks Bisa Tembus 5.200)

    Nasib serupa dialami saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), yang membawahkan stasiun televisi TVOne, ANTV, dan portal berita Viva.co.id. Pada perdagangan Kamis siang ini, harga saham Visi Media anjlok 4,85 persen atau sebesar 13 poin menjadi Rp 255 per saham. Pada penutupan perdagangan Selasa lalu, harga saham Visi Media berada di level Rp 268 per saham.

    Satrio memprediksi euforia pemilihan umum presiden akan berdampak positif terhadap pasar modal. Dia juga mengatakan stabilnya iklim investasi saham dipengaruhi pula oleh penyelenggaraan pemilu yang aman dan kondusif. Namun masih ada anggapan dari sebagian investor bahwa potensi konflik mungkin terjadi. Kalangan investor masih melihat dan menunggu hasil resmi dari KPU. (Baca: CT: Pilpres Belum Pengaruhi Ekonomi)

    Pada pagi ini, begitu dibuka, indeks langsung menghijau di level 5.110 dengan level tertinggi 5.165 dan terendah 5.024. Indeks pada perdagangan Selasa ditutup naik 35,68 poin ke level 5.024,72 dan rupiah menguat ke level Rp 11.655 per dolar Amerika serikat.

    PRASETYO DHARMA

    Berita terpopuler:
    Jokowi Menang, Indeks Bisa Tembus 5.200
    Hidayat: Investor Cemas Hasil Pemilu Beda Tipis
    Hidayat: Presiden Baru Harus Naikkan Harga BBM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!