Lintas Utara-Selatan Diklaim Siap Buat Arus Mudik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan pemudik arus balik menuju Jakarta tersendat di jalur pantura, Tegal,Jateng, Sabtu (25/8). ANTARA/Oky Lukmansyah

    Sejumlah kendaraan pemudik arus balik menuju Jakarta tersendat di jalur pantura, Tegal,Jateng, Sabtu (25/8). ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono menyatakan jalur penghubung utara dan selatan Jawa Tengah siap dilalui pemudik. "Secara umum, kondisi jalan sudah baik dengan waktu tempuh rata-rata 60 kilometer per jam," kata Taufik dalam siaran pers pada Kamis, 8 Juli 2014.

    Taufik telah melakukan inspeksi di jalur selatan Pulau Jawa serta lintas penghubung utara dan selatan Jawa Tengah. Dari inspeksi tersebut, Taufik menemukan kondisi pengerasan jalan dalam keadaan baik dan memenuhi standar untuk dilalui kendaraan saat masa mudik nanti. "Kondisi lintas utara-selatan bahkan ada yang sangat bagus sehingga bisa digunakan sebagai jalur alternatif dari lintas selatan Jawa," tutur Taufik. (Baca juga: Ada 17 Titik Macet Jalur Mudik Nagreg-Malangbong)

    Namun, kata Taufik, saat menyusuri lintas Yogyakarta-Magelang, dia menemukan penyempitan jalan atau bottleneck di titik 15 kilometer sebelum Ambarawa, Jawa Tengah. Lebar jalan di sana hanya 7 meter, dan lalu lintas yang padat membuat kecepatan kendaraan hanya 30 kilometer per jam.

    "Saat Lebaran, kita harap bisa lebih baik karena truk sudah tidak diperbolehkan lagi untuk lewat," ujar Taufik. (Lihat juga: 31 Helicam Amankan Mudik Lebaran 2014)

    Inspeksi dilakukan Taufik dan jajarannya dengan menyusuri rute Tegal-Purwokerto-Yogyakarta-Magelang-Ambarawa-Semarang.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    Terpopuler :
    Jokowi Menang, Indeks Bisa Tembus 5.200
    Hidayat: Investor Cemas Hasil Pemilu Beda Tipis
    Saat Pensiun, Djoko Kirmanto Akan Ternak Lele


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.