Hidayat: Investor Cemas Hasil Pemilu Beda Tipis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M.S Hidayat, Hatta Rajasa, SBY dan  Ani Yudhoyono.   ANTARA/Rumgapres-Anung

    M.S Hidayat, Hatta Rajasa, SBY dan Ani Yudhoyono. ANTARA/Rumgapres-Anung

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Perindustrian M.S Hidayat menyatakan hasil hitung cepat pemilihan presiden membuat investor cemas. "Mereka minta, selama masa ketidakpastian itu, polisi dan TNI bisa memberikan jaminan situasi yang kondusif," kata Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 9 Juli 2014.

    Jika dalam penghitungan cepat ala lembaga survei selisihnya keunggulannnya tipis, bisa dipastikan masing-masing kubu akan mengklaim kemenangan. Dalam penghitungan lembaga survei, biasanya ada margin of error 2-3 persen.

    Jika selisih keunggulan di bawah angka itu, bisa saja masing-masing kubu mengklaim kemenangan. Keputusan akhirnya berada di tangan KPU dua pekan kemudian. "Selama menunggu itu yang dianggap sebagai uncertainty period oleh investor," ujar Hidayat.

    Menurut Hidayat, sebenarnya semua investor tak terlalu mempermasalahkan siapa yang akan menjadi pemenang. Para investor tentu sudah mengetahui siapa saja tim ekonomi yang berada di balik masing-masing pasangan. "Investor itu inginnya stabilitas. Jadi, menurut saya, investor tak terlalu terpengaruh dengan siapa pemenang presidennya," kata Hidayat.

    Dalam versi hitung cepat yang dilansir beberapa lembaga, pasangan Jokowi-JK unggul 5 persen atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Kedua kubu sudah mengklaim sebagai pemenang pemilihan presiden ketujuh ini.

    AMIR TEJO

    Berita Terpopuler:
    Pro Jokowi, PDIP Kehilangan Kursi Ketua DPR
    Sambil Salam Dua Jari, Tiga Fraksi DPR Walk Out
    Arkeolog Ungkap Grafiti Erotis Tertua di Dunia
    Cina Pampang Gambar 'Jamur' di Peta Jepang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.