Jokowi Menang, Indeks Bisa Tembus 5.200  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Saham. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

    Ilustrasi Saham. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Head Research Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menyatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menang dalam pemilihan presiden 2014. "IHSG bisa menembus di kisaran 5.200 sampai 5.650," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 Juli 2014.

    Pasar sejak awal tertarik pada sosok Jokowi karena dinilai memiliki kemampuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. "Mereka (pelaku pasar) banyak melihat saat Jokowi menjabat Gubernur Jakarta yang membawa perubahan bagi Jakarta, seperti masalah kemacetan, pembangunan rumah deret, dan jalur busway yang tidak terlalu berhimpitan," ucap Satrio.

    Pendekatan-pendekatan yang berbeda itu, menurut Satrio, mampu menarik pasar. Mereka berharap pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi di bawah kepemimpinan Jokowi. Terlebih Jokowi sempat melemparkan pernyataan jika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen jika dia menjadi presiden. (baca: Sehari Menjelang Pilpres, IHSG Bakal Menguat

    Euforia itu tidak akan berlangsung lama mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. "Mungkin hanya dua sampai tiga hari, selanjutnya indeks akan bergerak normal," ucapnya. 

    Dia mengungkapkan pada minggu kedua dan ketiga Juli, ada kecenderungan indeks mengalami penurunan terkait sentimen terhadap rilis data ekonomi Indonesia dan asing. 

    Namun, jika pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, menang, indeks akan kembali melemah cukup dalam. "Banyak pelaku pasar khawatir jika dia jadi presiden, ekonomi Indonesia akan kembali ke zaman Soeharto," tuturnya. (baca: Prabowo Menang, Rupiah Berpotensi Tembus 13 Ribu)

    Selain itu, adanya rencana investor asing yang akan menjual aset-asetnya di bursa juga membuat IHSG terkontraksi. "Aliran dana asing hingga saat ini mencapai Rp 30 triliun. Kebanyakan dana masuk akibat Jokowi effect tadi sehingga jika Jokowi kalah, maka kemungkinan akan terjadi aksi jual baik dalam bentuk kecil maupun besar," ucap Satrio.

    Senada dengan itu, ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan memprediksi kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan berdampak positif pada kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar. “Arahnya diprediksi bertahan lama,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 9 Juli 2014.

    Menurut Fauzi, kalangan pasar bursa merespon positif kemenangan Jokowi. Dalam dua hari sebelum pencoblosan transksi bursa masih menghijau. Asing kembali borong saham dengan nilai transaksi Rp 1,5 triliun.

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.655 per dolar, sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) menanjak 35,681 poin (0,72 persen) ke level 5.024,712. Indeks LQ45 melaju 10,319 poin (1,22 persen) ke level 859,412. 

    Untuk mempertahankan kinerja itu, Fauzi berharap pemerintah mempersiapkan tim kerja serta kebijakan yang bisa diapresiasi oleh pasar. Dengan demikian, ujar Fauzi, kinerja IHSG selepas kemenangan Jokowi diprediksi IHSG bisa menembus 5.400, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan berada di kisaran Rp 11.00-11.300. “Tergantung kecakapan mereka menyusun kabinetnya nanti,” ujarnya.

    Selain itu, ia berharap kubu Jokowi bisa meraih kemenangan telak sehingga tidak menimbulkan gugatan calon presiden Prabowo Subianto. “Jika kemenangannya di bawah 5 persen, bisa melayangkan gugatan ke MK," katanya.

    AYU WANDARI | JAYADI SUPRIADIN 

    Berita Terpopuler 

    Pro Jokowi, PDIP Kehilangan Kursi Ketua DPR
    Sambil Salam Dua Jari, Tiga Fraksi DPR Walk Out
    Arkeolog Ungkap Grafiti Erotis Tertua di Dunia
    Cina Pampang Gambar 'Jamur' di Peta Jepang





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.