Prabowo Menang, Rupiah Berpotensi Tembus 13 Ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan menembus 13 ribu bila pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terpilih menjadi presiden-wakil presiden. Analis dari Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan pelaku pasar akan melihat sosok pemenang pemilihan presiden sebelum melakukan transaksi. Jika pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang, rupiah akan cenderung bergejolak. (Baca: Sentimen Pemilu Antiklimaks, Rupiah Melorot)

    Rendahnya tingkat kepercayaan pasar terhadap pasangan Prabowo-Hatta diperkirakan membuat banyak investor meninggalkan pasar, sehingga tingkat beli dolar akan tinggi. Kurs bisa menembus Rp 12.500 per dolar Amerika. “Dalam kondisi itu, Bank Indonesia harus melakukan intervensi, sebab berpotensi jatuh hingga Rp 13 ribu per dolar AS,” kata Kiswoyo ketika dihubungi Tempo, Ahad malam, 6 Juli 2014.

    Pada perdagangan Jumat pekan lalu, 6 Juli 2014, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 45 poin atau 0,38 persen ke level 11.873 per dolar Amerika Serikat. Penguatan rupiah ini bersamaan dengan menguatnya mata uang regional. Selain itu, pernyataan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo yang akan menjaga stabilitas rupiah di tengah kondisi politik yang makin memanas juga direspons positif oleh pasar.

    Skema sebaliknya, ujar Kiswoyo, akan terjadi jika pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang memenangi pemliu. Rupiah diperkirakan akan melemah terlebih dahulu sebelum menguat hingga di bawah 11.500. (Baca: Jelang Pilpres, IHSG dan Rupiah Menguat)

    Menurut Kiswoyo, pasar akan menunggu setidaknya hingga 10 Juli untuk mengambil keputusan. Dia memperkirakan rupiah menjelang pemilu akan berada pada kisaran 11.500-12.000 per dolar Amerika. (Baca: BI: Pemilu Presiden Pengaruhi Depresiasi Rupiah)

    FAIZ NASHRILLAH



    Berita Lainnya :
    Debat, Hatta Keliru Sebut Harga Baru Gas Tangguh
    Obligasi Tenor Panjang Diminati Pasar 
    Jelang Mudik, Harga Pertamax Melonjak 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.