Antisipasi Macet, BBM dalam Kemasan Disiapkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan terjebak kemacetan saat akan menyebrang ke sumatera selatan memalui jasa kapal Ferri di Pelabuhan Merak, Banten, (4/8). Akses kendaraan  menuju merak lumpuh total akibat menlonjaknya kendaraan pemudik. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ribuan kendaraan terjebak kemacetan saat akan menyebrang ke sumatera selatan memalui jasa kapal Ferri di Pelabuhan Merak, Banten, (4/8). Akses kendaraan menuju merak lumpuh total akibat menlonjaknya kendaraan pemudik. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendala penyaluran bahan bakar minyak dan liquefied petroleum gas (LPG) pada arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1435 Hijriyah dibahas dalam rapat penyusunan buku panduan Ramadhan dan Idul Fitri 1435 Hijriyah di gedung Migas, Jakarta, Senin, 30 Juni 2014.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edy Hermantoro mengatakan kemacetan di jalur mudik menjadi salah satu hambatan distribusi saat hari raya. "Kemacetan total pada beberapa ruas jalur mudik utama seperti jalur Jakarta-Cikampek hingga Tegal menghambat mobilitas mobil tangki Pertamina dalam menyalurkan BBM dan LPG," kata Edy dalam keterangan tertulis di situs Kementerian ESDM, dikutip Selasa, 1 Juli 2014. (Baca: Lebaran, Konsumsi Premium dan Avtur Bakal Melonjak)

    Untuk mengantisipasi masalah ini, Edy mengatakan akan disediakan produk bahan bakar minyak nonsubsidi dalam kemasan 1, 5, 10, dan 20 liter. Bahan bakar minyak dalam kemasan ini akan dijual di kios-kios di jalur Pantai Utara Jawa dan jalur alternatif.  "Diharapkan hal ini dapat menekan antrean pembelian BBM di SPBU, terutama di jalur-jalur padat," ujar Edy.

    Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM akan mengeluarkan surat keterangan penyalur sementara bagi agen-agen penjual untuk mendukung penjualan BBM dalam kemasan ini. Pada 12 Juli-12 Agustus 2014 atau H-15 hingga H+15, penggunaan BBM bersubsidi jenis Premium diperkirakan akan meningkat 14 persen dari 80.926 kiloliter per hari menjadi 91.830 kiloliter per hari. Sedangkan konsumsi solar bersubsidi diperkirakan turun sekitar 4,9 persen dari rata-rata 40.626 kiloliter per hari menjadi 38.628 kiloliter per hari. (Baca: Jelang Ramadan, Pertamina Siapkan SPBU 24 Jam )

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE


    Terpopuler:
    Titiek: Keluarga Cendana 100% Dukung Prabowo-Hatta 
    Politikus Ini Masih Sakit Hati kepada Demokrat 
    Gunung Sinabung Meletus, Tidak Ada Korban Jiwa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.