Transaksi dengan Dolar, Biaya Ekspor-Impor Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

    Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita menyatakan sejak krisis ekonomi 1998, timnya sudah mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar pembayaran transaksi di pelabuhan menggunakan rupiah. Namun, Zaldy melihat Pelindo selalu memiliki alasan untuk menggunakan dolar Amerika dalam transaksinya.

    Menurut Zaldy, tak hanya penggunaan dolar yang membuat biaya logistik besar, tetapi juga karena rencana kenaikan tarif bongkar-muat kontainer, yakni sepuluh persen. "Dampaknya, biaya ekspor-impor kita naik," kata Zaldy saat dihubungi Tempo, Ahad, 29 Juni 2014.

    Zaldy mengatakan transaksi di pelabuhan-pelabuhan negeri jiran sudah menggunakan mata uang dalam negeri. "Di Singapura, Thailand, dan Malaysia sudah tidak menggunakan dolar Amerika," ujar Zaldy. Menurut dia, segala transaksi perdagangan yang terjadi di Indonesia, seharusnya juga menggunakan rupiah.

    Ia mengungkapkan kapasitas yang bisa dilayani Pelindo, yakni sekitar 7 juta TEUS setahun. Sedangkan biaya Terminal Handling Cost di Priok yaitu sebesar US$ 95 per kontainer. "Coba kalikan saja, jumlah itu besar sekali jika dirupiahkan." (Baca: Mitsui Kelola Kalibaru, Tarif Pelabuhan Naik?)

    Saat ini, tarif terminal handling charge di Pelabuhan Tanjung Priok yakni US$ 95 per kontainer. Tarif tersebut termasuk tarif bongkar-muat peti kemas (container handling charges) sebesar US$ 83, pajak pertambahan nilai sebesar US$ 8,3 dan surchages US$ 3,7 untuk setiap kontainer.

    "Dari sisi kami, cost-nya memang tidak terlalu. Tapi, dari sisi Pelindo, transaksi dengan dolar memang akan menambah income," katanya. (Baca: Biaya Logistik Terkerek Aneka Pungli dan Monopoli)

    PUTRI ADITYOWATI

    Terpopuler:
    Memerkosa Enam Remaja, Tante May Divonis 12 Tahun

    Anggota TNI Akui Bakar Juru Parkir Monas

    Transformers Age of Extinction: Megah dan Dangkal

    Usai Piala Dunia, Xavi Bingung Masa Depan

    Ramadan, Omzet Pasar Tradisional Naik 20 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.